Agam

KAN Lawang Wakili Agam Ketingkat Sumbar

Warta Andalas | Jumat, 28 September 2018 - 07:00:54 WIB | dibaca: 358 pembaca

WARTA ANDALAS, AGAM - Kerapatan Adat Nagari (KAN) Lawang Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, dikunjungi Tim Penilai KAN Terbaik tingkat Provinsi Sumbar tahun 2018, Selasa (25/9). Penilaian itu dalam memperebutkan peringkat satu terbaik KAN se-Sumbar.

Dalam penilaian tersebut, KAN Lawang akan bersaing dengan tiga KAN di kabupaten/kota lainnya di Sumbar.

Kedatangan tim penilai disambut antusias ratusan masyarakat dan 30 pangulu Lawang yang diiringi dengan arakan jamba dan tambua tansa anak nagari.

Tim penilai yang datang terdiri dari unsur Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM), Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Bundo Kanduang, Dinas Pariwisata & Ekonomi Kreatif serta Biro Bina Sosial Sekretariat Daerah Provinsi Sumbar.

Hadir pada kesempatan itu, Bupati Agam Indra Catri, anggota DPRD Agam, Kepala OPD terkait, Camat Matur, Ketua KAN Lawang, Walinagari se-Kecamatan Matur, niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai dan bundo kanduang.

Bupati Agam Indra Catri, menyebutkan, terpilihnya KAN Lawang melalui proses yang panjang dari tim penilai dari Kabupaten Agam, sehingga Lawang terpilih mewakili KAN dinagari lainnya.

Alasan lain kenapa KAN Lawang ini terpilih, bupati menjelaskan, bahwa disamping dinilai mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat dalam rangka menjalankan fungsi dan peranannya, juga mampu mensosialisasikan dan mengimplementasikan nilai-nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah terhadap masyarakat.

“Dilahia manunjuakan nan batin. Belum lama Walinagari Lawang terbaik satu tingkat provinsi, kali ini KAN Lawang masuk nominasi terbaik provinsi.

Hal itu didukung oleh aspek kelembagaan yang kuat, KAN Lawang memiliki aspek penyelenggaraan adat yang menjunjung tinggi nilai-nilai adat salingka nagari. Sudah kita lihat secara seksama, betapa antusiasnya ibu-ibu Bundo Kanduang manjunjuang jamba, serta arakan tambua tansa,” ujar bupati.

Dalam rangka pembinaan yang dilakukan Pemkab. Agam melalui penilaian KAN,  harapannya, dapat mendorong para pengurus KAN untuk berbenah dalam mengurus organisasinya, sehingga eksistensi KAN akan semakin dirasakan masyarakat nagari dalam mengaktualisasikan nilai-nilai adat di nagari sebagai salah satu manifestasi filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) di tengah-tengah masyarakat.

Oleh sebab itu, menurut bupati, penilaian lapangan KAN ini sangatlah penting diselenggarakan setiap tahunnya sebagai usaha merangsang tumbuhnya motivasi, inovasi dan kreatifitas KAN dalam memberikan pelayanan prima, kecepatan pelayanan administrasi dan membangun sumber daya manusia di wilayah kerjanya khususnya di bidang pemberdayaan nilai-nilai adat dan syarak.

Ketua Tim Penilai, Yulizar Yunus menyebutkan, penilaian yang dilakukan ditiap KAN dalam rangka memotivasi para niniak mamak, Bundo Kanduang, dan masyarakat agar berbagai kegiatan tentang adat dan budaya tetap dijalankan sebagai upaya melestarikannya.

Begitupun dengan peran bundo kanduang serta cadiak padai, secara bersama harus mengayomi warga dengan baik dan jika terjadi persoalan diyengah masyarakat harus bisa memberikan solusinya.

Ia menjelaskan, unsur penilaian yang dilihat , adalah keberadaan lembaga KAN serta perannya ditengah-tengah masyarakat. Setelah itu aspek penyelenggaraan adat serta bagaimana pengelolaannya. Aspek kompetensi serta pembinaan adat terhadap generasi muda, hubungannya dengan alim ulama serta lembaga MUI.

“Saat ini kita melakukan verifikasi lapangan, guna menyesuaikan data yang diberikan dengan fakta sebenarnya di lapangan,” katanya. (khw)

 





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)