Solok

Jelang Pemilu, Masyarakat Diminta Gunakan Hak Pilih dan Jangan Golput

Warta Andalas | Rabu, 27 Maret 2019 - 17:02:13 WIB | dibaca: 438 pembaca

WARTA ANDALAS, SOLOK - Arosuka. Ir. Gadis, Ketua KPU Kab. Solok, Selasa, (26/3) dalam Rapat Koordinasi Pemilihan Umum Tahun 2019, meminta masyarakat untuk menggunakan hak pilih dan tidak golput. Pemilu merupakan sebuah pesta demokrasi lima tahunan untuk memilih perwakilan dan pemimpin Indonesia untuk lima tahun kedepan. Karena itu, jadikanlah pemilu menjadi sebuah pemilu yang berkualitas dan hindarkan diri dari pengaruh hoak agar pemilu berjalan menjadi baik.

Rakor merupakan salah satu upaya mensinergikan seluruh stakeholder dalam menghadapi pemilu pada tanggal 17 April 2019 mendatang. Kata Gadis, pemilu berkualitas terletak ditangan rakyat dan rakyatlah yang menentukan arah negeri lima tahun akan datang. Karena itu, diminta kepada setiap orang yang telah memiliki hak pilih untuk datang ke TPS dan memberikan hak suaranya dan tidak golput. Setiap suara yang diberikan rakyat adalah penentu masa depan bangsa ini. 

Gusmal, SE, MM, Dt. Rajo Lelo, Bupati Solok mengajak seluruh masyarakat yang memiliki hak pilih untuk aktif dan ikut memilih. Pemilu merupakan salah satu pilar demokrasi dan harus kita jaga dan lalui dalam menentukan nasib bangsa ini kedepan. Kewajiban setiap warga negara untuk mengajak masyarakat kita untuk datang ke TPS.

Ungkapan yang muncul ditengah masyarakat bahwa siapapun pemimpin nasib kita sebagai rakyat tetap seperti itu. Petani tetap jadi petani dan lainnya. Anggapan ini, kata Gusmal, harus dirubah karena pada intinya rakyatlah yang menentukan arah bangsa ini. 

Melalui pemilu pemimpin yang terpilih akan memiliki legitimasi kuat karena keberadaan mereka didasarkan pilihan rakyat dan melalui sistem domokrasi yang jujur, rahasia, dan adil. Karena itu, luangkan waktu dan datanglah ke TPS serta gunakan hak pilih dengan sebaik-baiknya.

Disamping itu, institusi penegak hukum, TNI, Polri, harus mampu memberikan rasa aman pada rakyat dalam memberikan suaranya. Baik dari intimidasi dan pengaruh lainya sehingga rakyat enggan untuk memilih. Masyarakat jangan mudah diintimidasi dan ditakut-takuti dan enggan untuk ikut memilih. "Jika masyarakat takut memilih ini sebuah kesalahan dan kerugian karena satu suara akan mempengaruhi masa depan bangsa, dan masa depan bangsa ini terletak ditangan rakyat" kata Gusmal. (Fkr)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)