Sawahlunto

Jadi Narsum Anti Narkoba, Dandim 0310: Jauhi Narkoba Sekarang Juga!

Warta Andalas | Senin, 01 Oktober 2018 - 19:57:42 WIB | dibaca: 208 pembaca

WARTA ANDALAS, SAWAHLUNTO - Dandim 0310/SSD, Letkol Infantri Irvan Yusri agar kita menjauhi Narkoba mulai sekarang juga, dan jangan pernah mencobanya jika tidak ingin hidupnya hancur dan bahkan meninggal dunia.

Hal itu dikatakan Dandim saat menjadi Narasumber dalam kegiatan sosilisasi serta workshop Pengembangan Kapasitas Pencegahan, Pemberantasan, Penanggulangan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang digelar oleh Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Sawahlunto, Senin (1/9) di Hotel Ombilin, yang diikuti sebanyak 30 pekerja dilingkup operasional PLTU Ombilin Sijantang.

Dalam kegiatan yang juga dihadiri oleh Ketua LKAAM Adi Muaris Khatib Kayo, Kepala BNNK, Guspriadi, dan Kasie Cayanmas BNNK Sawahlunto Kapt. Inf. Muryanto itu, Dandim juga memaparkan tentang berbagai dampak bahaya yang mengancam akibat penyalahgunaan barang haram atau Narkoba.

“Apapun jenisnya, jangan pernah kita mencobanya. Dan kalau ada yang memakai disekitar kita, segera laporkan, Dan bahkan dari anggota TNI sendiri, jika ada yang ketahuan memakai Narkoba, akan ditindak tegas dan di pecat,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala BNNK Sawahlunto, Drs. Guspriadi, MM mengatakan, pengaruh Narkotika yang saat ini menyasar semua kalangan, bahkan sebut Guspriadi, tidak ada satu profesipun yang luput dari pengaruh Narkotika, membuat BNN terus berupaya merangkul semua pihak untuk memerangi dan memberantas barang haram tersebut.

"Narkotika sudah jadi musuh negara, dan wajib bagi semua pihak untuk ikut memberantasnya," ujarnya.

Menurutnya, dunia usaha juga sangat rentan dari peredaran dan pemakaian narkotika. Awalnya coba coba, lalu ketagihan dan akhirnya kecanduan. Melalui workshop ini lanjutnya, pekerja perwakilan perusahaan ini di berikan pemahaman dan edukasi kondisi Indonesia yang sedang darurat narkoba dan ancaman bahaya narkoba serta mengajak untuk turut serta bersama mencegah dan memberantas penyalahgunaan narkoba dilingkungan kerja masing masing.

"Kita memaparkan tentang bahaya penggunaan obat-obatan terlarang dan jenis-jenis narkoba jenis baru yang saat ini tengah marak beredar luas di tengah masyarakat, jenis varian narkotika  terbaru yang banyak beredar dengan sasaran mengelabui masyarakat dan juga petugas," tuturnya.

Selain itu, Guapriadi menjelaskan pihaknya juga melakukan rehabilitasi bagi pemakai yang terlanjur menggunakan barang haram itu. Sehingga peserta workshop juga bisa memahami bahwa yang dilakukan BNN tidak sekedar penindakan dan sosialisasi tapi juga menyelamatkan pecandu melakui program rahbilitasi.

Ditambahkan Kasi Pencegahan dan pendayagunaan masyarakat BNNK Sawahlunto, Muryanto, sebagai bentuk tanggap darurat Narkoba, BNN sebagai lembaga yang dikedepankan dalam penanganan permasalahan narkotika di Indonesia telah menjalankan berbagai program P4GN guna menekan prevelensi penyalahgunaan narkotika. Selain menyasar masyarakat umum, BNNK Sawahlunto juga menyasar kesetiap instansi yang ada termasuk pekerja swasta dilingkup PLTU ini.

"Peran seluruh unsur masyarakat dalam hal ini para pekerja tambang agar bisa berperan aktif melakukan upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika, dengan melaporkan kepada aparat penegak hukum apabila ada bentuk penyalahgunaan di lingkungan tempat kerjanya," katanya. (ap)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)