Sijunjung

Isu Mutasi Merebak, Puluhan Pejabat Esselon II Bakal Tergusur?

Warta Andalas | Kamis, 07 Februari 2019 - 19:32:29 WIB | dibaca: 119 pembaca

WARTA ANDALAS, SIJUNJUNG - Dipastikan mutasi dan rotasi dalam 'kabinet" Bupati-Wabup Sijunjung, Sumatera Barat, Yuswir Arifin-Arrival Boy, bakal segera bergulir. Isu mutasi dilingkungan Pemkab Sijunjung itu kian merebak setelah adanya Uji Kompetensi Jabatan Tinggi Pratama dilaksanakan.

Bahkan 26 pejabat esselon II dilingkungan Pemkab Sijunjung itu dimungkinkan ada yang bakal tergusur alias masuk kotak. Pasalnya, dari Uji Kompetensi Jabatan Tinggi Pratama yang digelar pada Desember 2018 di Bukittinggi ada diantara pejabat esselon itu terekomendasi nilai dibawa standar.

"Sabtu (9/2/2019) Tim Seleksi (Timsel) akan kembali melaksanakan Uji Kompetensi Jabatan Tinggi Pratama di Kampus Bung Hatta," kata salah seorang pejabat esselon II yang mengaku enjoy menghadapi Uji Kompetensi Jabatan Tinggi Pratama lanjutan itu pada awak media, Kamis (7/2/2019).

"Kalau ambo biaso-biaso sajo, siap terima amanah dan siap pula untuk melepas amanah. Dulu kita tak punya jabatan dan kenapa harus kita takuti dan kita jalani apa adanya saja tak perlu kasak-kusuk dan kita harus siap untuk itu. Jika bos kita menganggap kita tak mampu kita harus siap untuk melepas amanah dan tidak harus ngotot dijabatan," ucap salah seorang pejabat esselon II Pemkab Sijunjung itu dalam bincang khususnya dengan awak media, Kamis (7/2/2019).

Ditambahkannya, selain dirinya, ada 25 pejabat esselon II lainnya dilingkungan Pemkab Sijunjung akan mengikuti Uji Kompetensi Jabatan Tinggi Pratama lanjutan. "Yang akan ikut Uji Kompetensi Jabatan Tinggi Pratama lanjutan di kampus Bung Hatta itu nanti ada 26 pejabat esselon II termasuk saya,"ucap sumber itu terlihat tanpa beban, karena selama ini kinerjanya sudah optimal.

"Uji Kompetensi Jabatan Tinggi Pratama tersebut, merupakan lanjutan Asesment Bukittinggi beberapa waktu lalu," tambah pejabat itu lagi.

Mutasi itu tak bisa dihindari dan bakal segera bergulir, apalagi ada jabatan kepala dinas yang sudah lama kosong. Misalnya jabatan Kepala Dinas Perkim LH yang ditinggalkan Khairal yang sudah pensiun dan begitu juga BK ESDM yang ditinggalkan Yunanto Masri juga sudah paripurna. “Saya juga sudah pensiun dan ini baru saya terima SK pensiun,” ucap Amatullah Kepala Dinas Sosial kepada awak media, Jumat (1/2/2019) lalu.

Selain kebutuhan, mutasi dan rotasi itu diduga juga disebabkan ada oknum yang tidak loyal dan adanya dugaan kurang peduli pada pekerjaan.

“Ada juga kerjanya main hp hp dan nelepon dan tidur tidur. Itu patut kinerja mereka dievaluasi,” ujar salah seorang pimpinan OPD kepada awak media belum lama ini yang namanya tak ingin disebutkan.

Bahkan ia mengaku siap menandatangani fakta intagritas kinerja. “Jika kedepannya saya gagal, maka saya siap mundur dari jabatan. Yang penting orang dibidang-maupun di seksi harus benar-benar punya niat untuk bekerja dan penuh rasa tanggungjab,”tambah sumber lainnya dalam diakusi lepasnya pada awak media belum lama ini.

Sekdakab Sijunjung, Zefnihan, AP, MSi pun tak menapik terkait adanya Uji Kompetensi Jabatan Tinggi Pratama itu. "Ya, Uji Kompetensi Jabatan Tinggi Pratama Lanjutan dilaksanakan di kampus Bung Hatta pada Sabtu (9//2/2019) mendatang," ucap Zefnihan, dibalik handpone selularnya, Kamis (7/2/2019) yang sedang berada di Padang.

"Rotasi dan mutasi itu biasa saja. Jika ada yang tidak cocom ditempat sekarang, mungkin dia akan menempati tempat yang baru. Atau jisa jadi dia tempat lain dulu. Jabatan bukan soal pintar dan bodoh tapi sesuai atau tidaknya," ucap Zefnihan penuh arti.

Informasi yang berkembang dimungkinkan ada di diantara pejabat esselon II itu bakal tergusur dan masuk kotak alias non job.

Bahkan Bupati Sijunjung, Yuswir Arifin, kepada awak media sebelumnya, menyebutkan, mutasi, rotasi dan promosi dilingkungan ASN hal biasa. ”Siapa pun harus siap untuk itu dan bukan untuk ditakuti karena mutasi, rotasi dan promosi hal yang biasa dan keharusan,”ucap bupati suatukali.

Dikabarkan mutasi tersebut kian menggelinding disinyalir ada pejabat dinilai kerjanya menurun. Dari hasil laporan SAKIP (Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan) tahun 2018 kinerja OPD jalan ditempat. Hal ini pula dimungkinkan sebuah keharusan untuk segera dilakukan mutasi dan rotasi. (sr)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)