Opini

Oleh: Zulfikar Hendri

IPA Banda Panduang, Siapa Pertama Kali Masuk Bui

Warta Andalas | Jumat, 20 Juli 2018 - 19:46:29 WIB | dibaca: 1242 pembaca

Dananya luar biasa besar, tidak kurang dari 27 milyar dana APBN plus APBD digelontor untuk membangun fasilitas pengolahan instalasi air bersih untuk warga Kota Solok di Banda Panduang. Dengan jumlah dana sebanyak itu seharusnya instalasi pengolahan air bersih tersebut sudah dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin, agar kebutuhan air bersih bagi masyarakat Kota Solok dapat terpenuhi.

Tapi apa dinyana, besarnya dana APBN plus APBD Kota Solok tidak mampu memberikan apa yang diharapkan oleh masyarakat Kota Solok. Sampai hari ini, instalasi pengolahan air bersih yang di Banda Panduang tersebut belum bisa dimanfaatkan bahkan untuk operasional saja tidak bisa karena instrumen-instrumen yang terkait dengan proses pengolahan air minum tidak bisa dimanfaatkan.

Selain itu, instalasi pengolahan air di Banda Panduang ini diduga dikerjakan tidak sesuai bestek atau perencanaan. Diduga pekerjaannya dilakukan dengan terburu-buru sehingga hasil yang diharapkan tidak sesuai harapan. Ditenggarai ada indikasi tindak pidana dalam proyek pembangunan instalasi pengolahan air bersih di Banda Panduang tersebut. Dan saat ini kasus IPA Banda Panduang sudah sudah ditangani pihak Kejaksaan Negeri Solok, dan sudah dilakukan pemberkasan alias BAP.

Apalagi hingga berita ini diturunkan belum ada serah terima dalam bentuk apapun kepada PDAM Kota Solok. sementara, berita acaranya sudah diterima oleh Walikota Solok Zul Elfian dan sudah ditanda tangani. Tapi pihak PDAM Kota Solok dan OPD terkait belum mau menerima karena banyak persoalan dan masalah yang mesti dituntaskan.

Ini adalah salah satu bentuk bagaimana buruknya kinerja pemerintah Kota Solok dalam menangani berbagai proyek di Kota Solok. Akibatnya, anggaran yang besar akan terbuang sia-sia tapi tidak membawa manfaat apapun bagi masyarakat Kota Solok. Jika sudah seperti ini, siapa yang disalahkan. Semua OPD terkait saling lempar batu sembunyi tangan, artinya tidak ada yang bertanggungjawab terhadap proyek pembangunan IPA Banda Panduang tersebut.

Padahal, tanggungjawab penuh berada ditangan Dinas Tarkim Kota Solok. Pengawasan, dan pembangunan IPA Banda Panduang berada dibawah kewenangan Dinas Tarkim, sehingga tidak ada alasan apapun bagi untuk mengelak dari persoalan ini.

Masalahnya, dengan kasus ini siapa yang bakal lebih dulu masuk dan berangkat ke Panda Ujung untuk seterusnya ke LP Klas IIB Laing.....?. (**)

 





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)