Purbalingga

Ikuti Penggelap, Bupati Minta Pemuda Lestarikan Tradisi

Warta Andalas | Jumat, 19 Mei 2017 - 13:48:53 WIB | dibaca: 70 pembaca

WARTA ANDALAS, PURBALINGGA - Bupati Purbalingga Tasdi SH MM mengikuti Tradisi Penggelan , kamis (18/05/2017) di Desa Onje, Kecamatan Mrebet, Purbalingga. Penggelan merupakan tradisi Masyarakat Desa Onje mengarak Nasi Penggel yaitu nasi yang dibentuk bulat kecil dan dibungkus dalam takir dari daun pisang. Tradisi yang dilakukan jelang memasuki Bulan Ramadhan tersebut termasuk rangkaian Festival Grebeg Onje 2017 yang dibuka 17 Mei lalu.

Penggelan dimulai dengan mengarak tumpeng dan nasi penggel dari Pendopo Puspa Jaga ke masjid Raden Sayyid Kuning dengan diiringi dengan Tarian Bagelan serta Shalawatan. Penggel diarak menuju Masjid Raden Sayyid Kuning hanya dengan penerangan obor yang membuat syadu suasana pedesaan.

Setelah Arak Pengel selesai, Pejabat, Tokoh Agama, Tokoh Adat, dan warga sekitar melakukan Ritual siraman suci di Jojog Telu. Menurut Imam Masjid Sayyid Kuning, Maksudi siraman dilakukan untuk membersihkan badan untuk memasuki bulan Ramadhan.

"Intinya sarana mensucikan diri, karena di Bulan Sya'ban hati dan raga harus suci sebelum memasuki Bulan Puasa," katanya.

Bupati Tasdi dalam sambutannya sebelum Mblabar Penggel Ngalap Berkah menyampaikan untuk para pemuda agar melestarikan tradisi dan budaya di desanya. "Onje tidak boleh dilupakan, Onje merupakan cikal bakal Kabupaten Purbalingga, Pemuda Onje harus meneruskan Tradisi Nyadran, Pemuda harus melestarikan tradisi dan budaya di desanya masing-masing," pungkasnya. (Dalp/Prie)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)