Agam

IJP Gelar Sunatan Masal di Baso

Warta Andalas | Selasa, 16 Mei 2017 - 20:24:37 WIB | dibaca: 132 pembaca

WARTA ANDALAS, AGAM - Sebanyak 350 anak kurang mampu di Kecamatan Baso mengikuti sunatan massal yang digelar dalam kegiatan bakti sosial oleh Indo Jalito Peduli (IJP), Selasa (17/5). 

Sunatan massal dengan teknologi laser itu ditangani oleh tim dokter dari Jakarta. Usai disunat, setiap anak diberikan santunan berupa tas sekolah, kain sarung, baju koko, makan siang dan uang tunai.

Setelah dibuka di Kabupaten Agam, hajatan yang dipelopori organisasi perantau khusus wanita yang berkantor pusat di Jakarta ini juga akan digelar di Kabupaten Padangpariaman, Kota Pariaman dan Kabupaten Pasaman Barat pada Rabu (17/5) dan Kamis (18/5) mendatang.

"Minimum dua kali dalam setahun kami pulang kampung dan menggelar bakti sosial di Sumbar. Kabupaten dan kota sebagai tuan rumah akan digilir sesuai kesepakatan para anggota IJP yang berjumlah 150 ibu-ibu," ujar Ketua Umum Indo Jalito Peduli (IJP), Astri Asgani.

Dia berharap, sunatan massal dan bantuan kepedulian terhadap anak yatim dan dhuafa, yang sudah digagasnya bertahun-tahun itu dapat meringankan beban bagi sanak saudara di kampung halaman.

"Sekali pulang kampung, kami targetkan 1.000 anak dapat santunan. Anggota IJP hanya 150 orang, semuanya kaum ibu dengan berbagai latar belakang pekerjaan dan profesi. Ada yang berprofesi dokter, pengacara dan notaris. Ada juga yang hanya bekerja sebagai ibu rumah tangga, pejabat, anggota DPR RI, bahkan istri TNI. Namun kami tetap solid dan bersinergi memajukan kampung halaman. Semoga ini dapat menginspirasi para perantau lainnya," harap Astri.

Bupati Agam, Indra Catri yang turut hadir dalam kegiatan itu menyambut baik sumbangsih yang diberikan IJP dalam bentuk kegiatan bakti sosial sunatan massal gratis. 

"Alhamdulillah, kegiatan ini dampaknya sangat besar sekali. Banyak keluarga kurang mampu yang tertolong. Karena itu, jika tidak tertampung dengan telapak tangan, dengan nyiru kami tampung," ujarnya.

Menurut bupati kepedulian para perantau di kampung halaman menunjukkan tidak terputusnya silaturahim antara darek dan rantau. Kegiatan yang digelar oleh para perantau di kampung halaman bisa menjadi motivasi untuk anak sekolah agar lebih memperhatikan pendidikan. Kesuksesan perantau adalah referensi bagi anak-anak di kampung, mereka akan dicontoh. Tadi kita dengar cita-cita peserta sunatan massal ini beragam. Ada yang ingin jadi dokter, pengusaha, tentara bahkan berminat pula menjadi pekerja sosial," ujarnya pula.

Bupati berharap semakin sering kegiatan ini dilaksanakan maka semakin baik bagi kemajuan kampung halaman.

"Perantau Agam umumnya selalu turun tangan dalam segala kebutuhan. Baik itu segi bakti sosial, beasiswa, zakat, bantuan korban bencana, pembangunan jalan, masjid dan infrastruktur di kampung. Semua ada keunikan tersendiri dan tidak bisa dibanding-bandingkan. Yang pasti, setiap bantuan yang diterima dari perantau selalu bermakna besar bagi masyarakat," tegasnya.

Menjelang memasuki bulan Ramadhan, Indra Catri juga berpesan kepada masyarakat agar segera memperbaiki dan membersihkan lingkungan masjid.

"Setiap lampu penerangan menuju masjid kami harap agar diperbaiki. Pastikan ketersediaan air wuduk dan jangan biarkan toilet masjid menjadi licin, nanti bisa membahayakan jamaah lanjut usia. Pengurus masjid diharapkan dapat mempersiapkan masjid agar menarik minat masyarakat berbondong-bondong menuju masjid," harapnya. (jon)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)