Dharmasraya

HPS di Dharmasraya, Bupati Sutan Riska: Perlu Pengamanan dari Zat Kimia

Warta Andalas | Kamis, 08 November 2018 - 07:33:00 WIB | dibaca: 83 pembaca

WARTA ANDALAS, DHARMASRAYA - Untuk meningkatkan produksi pangan, perlu adanya penguatan di seluruh stakeholder baik dinas terkait, maupun masyarakat. Karena konsumsi pangan merupakan kebutuhan hidup. Maka dari itu, perlu juga pengamanan, dari zat kimia, serta berbagai zat yang tidak bisa dikonsumsi.

Hal ini disampaikan Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan, didampingi Wakil Bupati H Amrizal Dt Rajo Medan, dan Kepala Dinas Pangan dan Perikanan Budi Waluyo, saat pelaksanaan hari pangan sedunia (HPS) tingkat provinsi Sumatera Barat, bertempat di lapangan bola kaki Blok B, Nagari Sungai Duo, Kecamatan Sitiung  Rabu (7/11).

Menurutnya, selama tiga  hari peringatan HPS ini, juga akan digelar berbagai lomba, mulai dari lomba Beragam Bergizi, Seimbang, dan Aman( B2SA) lomba Pangan lokal, pagelaran filtrip ( Study banding) lomba menggambar tingkat SD, dan SMP se-Dharmasraya, asah terampil kelompok tani se-Dharmasraya, bazar produk pertanian, dan pameran pembangunan dihadiri oleh 19 Kabupaten/Kita se-Sumbar.

Dalam peringatan HPS ini, tentu bertujuan untuk meningkatkan kesadaran  dan tindakan masyarakat terhadap kelaparan dan kekurangan gizi bagi anak dan keluarga. Selain itu juga mendorong terciptanya sistem pangan global yang terjamin keamanan untuk dikonsumsi, sela Kadis Pangan dan Perikanan Budi Waluyo.

Beberapa tujuan dari HPS ini, tentunya meningkatkan kesadaran seluruh lapisan terhadap potensi sumber daya alam untuk mewujudkan ketahanan pangan. Melibatkan seluruh pemangku kepentingan untuk berperan aktif. Menggerakkan usaha kecil menengah (UKM). Memperkenalkan berbagai macam keanekaragaman makanan bergizi, dan wahana promosi perdagangan produk teknologi.

Selanjutnya juga meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap sumber karbohidrat selain dari beras. Mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan untuk ditanami tanaman pertanian, serta meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap bentuk makanan yang akan dikonsumsi, terang Budi Waluyo. (sh)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)