Profil

Hari Kemenangan Telah Tiba, Ini Pesan Moral Politisi Nevy Darsono

Warta Andalas | Rabu, 13 Juni 2018 - 22:57:26 WIB | dibaca: 1890 pembaca

Sudah hampir sebulan lamanya Umat Islam menjalani Ibadah Puasa di bulan Ramadhan . Dan kini saat Umat Islam menyambut datangnya kemenangan lewat perayan Idul Fitri Sebagai hari besar yang dimuliakan oleh Allah SWT, sebagai lambang kemenangan Umat Islam. 

Puasa membentuk Umat Islam setelah menjalani puasa selama satu bulan lamanya sebagai sarana penyucian jiwa dan pengendalian diri, dan diharapkan terbentuk Pribadi Muslim yang bertakwa.

Meski Ramadhan akan berlalu, akan tetapi nilai-nilai ibadah sebagai ujian dan pendidikan Ilahi kepada hambanya harus terpatri dan memberi dalam kehidupan sehari-hari .

Seorang yang ikhlas menjalankan kewajiban puasa semestinya akan selalu memelihara kesucian diri yang telah diraihnya dengan perjuangan berat tersebut. Pengalaman berpuasa yang dirangkaikan dengan kewajiban mengeluarkan zakat fithrah menjelang Idul Fithri, juga diharapkan menumbuhkan semangat solidaritas sosial yang amat diperlukan untuk membangun masyarakat dan umat,

Solidaritas yang diajarkan Islam merupakan modal sosial yang efektif dan praktis untuk menimbun jurang yang memisahkan antara golongan kaya dan berpunya dengan kaum miskin. Dan hal tersebut hanya dapat ditanggulangi dengan keteguhan iman yang terbentuk melalui pendidikan puasa.

Marilah kita kembali kepada kesucian asal kita, kesucian fithrah yang Hanif, yang dengan tulus mencari dan mengikuti kebaikan dan kebenaran. Mari tanamkan takwa dalam diri kita, yang berarti menyadari kehadiran Allah SWT dan pengawasan-Nya

Sesuai dengan semboyan Bangsa Indonesia, yaitu Bhineka Tunggal Ika -  dengan kelompok masyarakat yang berbeda agama, suku dan budaya, Indonesia begitu kuat dalam menjaga keharmonisan kehidupan di tengah-tengah heterogenitas. Masyarakat kita adalah masyarakat yang majemuk dengan karakteristik Masyarakat gotong-royong dan tenggang rasa, menjadi modal utama bagi masyarakat kita dalam rangka menjaga keharmonisan dan kesatuan.

Indonesia adalah negara yang sangat bhinneka. Kebhinnekaan Indonesia itu terdapat dalam hampir seluruh aspek kehidupan, salah satunya adalah dalam hal agama.

Agama menjadi salah satu hal yang sensitif bila dikaitkan dengan qkeharmonisan dan toleransi. Tentu saja, dengan adanya keberagaman masyarakat Indonesia ini seringkali terjadi gesekan-gesekan. Akar dari gesekan-gesekan tersebut adalah perbedaan-perbedaan paham dalam melihat sesuatu hal, yang mana ini sangat kental terdapat di dalam agama. Issue intoleransi di Indonesia sekarang ini dalam hubungan antar agama banyak muncul kasus-kasus yang terjadi di masa reformasi ini,

Pengaduan tentang peristiwa pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan begitu tinggi. Sikap intoleransi sudah merasuk ke dalam masyarakat termasuk birokrasi.

Ditengah situasi tersebut, Idul Fitri datang untuk mengingatkan Umat Islam dan Dunia kepada moralitas kehidupan yang harus ditegak hormati. Pilar-Pilar Perdamaian, kesucian, Toleransi yang harus ditumbuh kembangkan dalam Masyarakat Islam dan Seluruh Umat di Dunia.

Islam mengajarkan kepada Umat Manusia bahwa semua Umat Manusia dinaungi oleh Persaudaraan, kemanusiaan yang universal, saling menghormati dalam perbedaan dan saling melindungi satu sama lain.

Persaudaraan kosmopolitan tersebut mengharuskan umat manusia dimanapun harus hidup saling membantu tanpa memandang perbedaan etnis dan Agama, tetap menghormati dan keyakinan dan identitas Agama mereka, bukan sebaliknya mengkotak-kotakan.

Toleransi … layak dikembangkan untuk kesiapan pribadi kita menghadapi keadaan yang bisa saja tidak setara atau sekufu. Menurunkan ego diri mengecilkan kesempatan tumbuhnya rasa lebih dari yang lain.

Lapang hati … adalah ikhtiar yang lebih mulia untuk menghadapi penilaian yang bisa saja tidak membawa rasa nyaman dalam hati. Belajar lebih banyak arti sabar, ikhlas dan maaf.

Motivasi yang positif,  akan mengukuhkan pribadi yang selalu berbeda dan pioner dalam menyikapi berbagai hal yang tak selalu ada diatas. Toleransi, Lapang hati dan Motivasi..tiga untuk memantapkan pribadi yang bijak dan mulia.

Marilah kita lestarikan hikmah puasa Ramadhan  yang baru saja kita jalani dengan memperbaiki sikap dan perilaku dengan menyadari jatidiri sebagai Muslim. Dan menyongsong Hari Kemenangan Idul Fitri adalah hari raya yang mempertemukan kita semua dalam suasana silaturrahim dengan suasana syukur dan kegembiraan.

Taqobbalallahu Minna Wa Minkum. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436H. Minal aidin walfaidzin, Mohon maaf lahir & bathin. (ND)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)