Dharmasraya

Harga Sawit Anjlok, Petani di Dharmasraya Mengeluh

Warta Andalas | Senin, 19 November 2018 - 21:56:44 WIB | dibaca: 212 pembaca

WARTA ANDALAS, DHARMASRAYA - Harga komoditi Tandan Buah Sawit (TBS) di Kabupaten Dharmasraya Sumatera Barat dalam berapa hari ini,  anjlok. Akibatanya, petani di daerah yang selama ini terkenal dengan julukan petro dolar,  mengalami kesulitan.

Yanto (39), salah seorang petani sawit kepada awak media mengatakan, saat ini Tandan Buah Sawit (TBS) sangat jauh menurun, dengan harga perkilonya mencapai Rp.910, dan bahkan tadi siang sudah mencapai Rp.740 per kilogram.

Menurutnya, selama ini belum pernah terjadi harga Tandan Buah Sawit sampai rendah seperti ini. Padahal, saat ini kebutuhan hidup sangat susah, belum lagi biaya operasional panen TBS yang cukup tinggi serta  perawatan kebun," keluhnya.

Disebutkannya, mulai dari upah pemanenan, ongkos mobil untuk ketempat penjualan tetap saja mahal, Belum lagi biaya perawatanya kebun seperti pembersihan lahan serta pemupukan.

"Pokoknya susah saat ini, ongkos produksi tinggi sementara harga jatuh. Belum lagi perawatanya yang berat itu membeli pupuk yang harga nya makin mahal saja," ujarnya.

Lengkap sudah, harga Tandan Buah Sawit (TBS) yang murah sementara harga pupuk makin tinggi, kalau lahan tak dipupuk hasil juga tidak memadahi.

"Rata-Rata kenaikan harga pupuk non subsidi itu dikisaran Rp30-40ribu, Jika membeli pupuk satu karung berat 50 kilogram memang uangnya tak seberapa, sementara kita beli pupuk satu ton. Jika dulu harga satu karung pupuk jenis KCL cuma Rp.270 ribu, saat ini sudah di angka Rp.320 ribu per karung 50 kilogram," imbuhnya.

Itu baru bicara seputaran kebun. sebut saja untuk membayar cicilan kredit di Bank, saat ini petani harus memutar otak untuk menyisihkan uang hasil penjualan TBS.

"Dulu teringat  tahun 2008-2013 harga cukup bagus dikisaran Rp.1800 per kilogram. Ekonomi masyarakat memang mantap, tentu saja kami petani ingin kembali keharga tersebut," pintahnya.

Sementara di tempat yang berbeda, Sekretaris Daera Kabupaten Dharmasraya, Adlisma mengatakan, tentang harga Tandan Buah Sawit, kalau peranan pemda agak terbatas, hanya bisa menyuarakan ke tingkat atas.

"Peranan kita minim, barangkali yang bisa intervensi harga itu adalah pemerintahan pusat," ujarnya.

Disisi lain, pihaknya akan mencoba mencarikan solusi kesulitan ekonomi, karena rendahnya harga TBS makan akan berdampak pada kesulitan lainnya misalkan kesulitan membayar cicilan utang di bank.

"Nanti kita carikan solusi-solusi melalui rapat koordinasi daera, lalu mengenai cicilan bank masyarakat kita akan coba koordinasikan ke pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," ucap sekda Dharmasraya. (mx)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)