Sawahlunto

Hadiri Undangan di China, Wako Sawahlunto Ekspos Wisata Kota Tua

Warta Andalas | Selasa, 30 Oktober 2018 - 21:17:32 WIB | dibaca: 203 pembaca

WARTA ANDALAS, SAWAHLUNTO – Walikota Sawahlunto, Deri Asta, SH bertolak menuju Suzhou Cina, untuk menghadiri pertemuan bersama para ahli bereputasi internasional dalam Organization World Heritage Cities (OWHC) bertajuk “3rd OWHC Asia – Pacific Regional Conference for World Heritage Cities”, yang berlangsung sejak 28 Oktober hingga 2 November mendatang, terkait pengembangan wisata kota tua yang berkelanjutan.

Keikutsertaan Sawahlunto di ajang OWHC tersebut, diyakini akan dapat berbagi informasi dan menyamakan persepsi terkait pengembangan kota tua. 

Dengan mengikuti pertemuan tingkat Asia – Pasifik itu, maka akan banyak referensi baru yang didapat untuk pengelolaan kawasan kota tua nantinya. Sawahlunto sendiri merupakan salahsatu kota tua peninggalan bersejarah di Indonesia.

Walikota Deri Asta, dijadwalkan akan mengekspose tentang bagaimana kota tua Sawahlunto dan bagaimana mengelolanya. Kemudian, juga saling berbagi informasi dan referensi dengan para peserta dari berbagai Negara lain. 

Kepala Seksi Peninggalan Bersejarah Dinas Kebudayaan, Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman kota Sawahlunto yang turut mendampingi Walikota mengatakan, Walikota Deri Asta akan melakukan ekspose di hadapan forum tersebut, Rabu (31/10) waktu setempat.

Presentasi yang disampaikan terkait “Sawahlunto Kota Wisata Tambang Yang Berbudaya”. "Jadwalnya besok, Walikota akan memberikan ekspose terkait sejarah penambangan batu bara, berhentinya penambangan tersebut, pasca tambang, kemudian kaitan dengan visi kota," ujar Gino.

Selanjutnya, ungkap Gino, langkah-langkah pelestarian, bagaimana kemudian Sawahlunto sebagai daerah bekas tambang bisa masuk nominasi warisan dunia. Sampai kemudian pada apa tantangan yang dihadapi. Untuk tantangan yang dihadapi Sawahlunto saat ini yaitu pengunjung yang menginap dan berbelanja di Sawahlunto secara persentase masih rendah, sehingga dampak ekonomi bagi masyarakat belum terlalu terasa. 

“Tantangan di Sawahlunto, yang juga akan disampaikan pak Wali besok adalah soal masih rendahnya pengunjung yang menginap di Sawahlunto, sehingga untuk aktivitas belanja pengunjung pun masih belum terlalu signifikan untuk mengangkat pertumbuhan ekonomi,” sebut Gino melalui kontak WhattApp, Selasa (30/10). 

Dalam forum saat ini, lanjut Rahmat Gino, kehadiran Sawahlunto mendapatkan tanggapan yang sangat positif. “Para peserta dari Negara-negara lain terlihat antusias menanggapi Sawahlunto ini. Apalagi para ahli terkait di bidang kota tua. Mereka banyak meminta informasi tentang Sawahlunto,” ungkap pria kelahiran 21 September 1979 itu.  

Hal itu, ujar Gino, menunjukkan bahwa potensi wisata kota tua Sawahlunto untuk dijual ke level internasional, terbuka lebar. “Semoga dengan mengikuti ajang forum diskusi ini akan semakin memperbesar peluang kota tua kita dikenal dunia,” harapnya. (rel/hms)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)