Padangpanjang

H Fadly Amran Dinobatkan Menjadi Datuak Paduko Malano di Suku Kutia Anyia

Warta Andalas | Rabu, 12 September 2018 - 12:25:12 WIB | dibaca: 2270 pembaca

WARTA ANDALAS, PADANG PANJANG - Walikota terpilih Kota Padang Panjang, H. Fadly Amran resmi menyandang gelar adat Datuak Paduko Malano suku Kutia Anyia, Nagari Simpuruik Kecamatan Sungai Tarab, Kab. Tanah Datar. 

Penobatan gelar Datuak Panduko Malano untuk Fadly Amran dilakukan dalam sebuah upacara adat selama tiga hari, dari Sabtu (7/9)/2018 hingga Senin (9/9/2018), yang dihadiri seluruh pemangku adat Nagari Simpuruik.

Prosesi penobatan Gala sako tinggi suku Kutia Anyia tersebut, diawali dengan acara menyembelih kerbau serta dilanjutkan dengan Pati Ambalau dan diakhiri puncaknya dengan malewakan Gala pada Senin (9/9/2018) di rumah gadang pasukuan Kurnia Angka, Nagari Simpuruik.

Acara sakral penobatan gelar datuak Paduko Malano, dihadiri Gubernurur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Wagub Nasrul Abit, Ketua DPRD Sumbar Hendra Irwan Rahim, Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi dan Wabup Zuldafri Darma, mantan Wamendikbud Musliar Kasim, Mantan Bupati Tanah Datar Shadiq Pasadiqoe, tokoh masyarakat, perantau dan sejumlah pejabat Tanah Datar serta Kota Padang Panjang.

Prosesi didahului dengan tradisi bantai atau menyembelih kerbau. 'Bantai kabau' merupakan prosesi wajib dalam tagak penghulu dimana memaknai menjauhkan sifat buruk dan mengambil sifat yang baik dari seorang penghulu.

"Adatnya di sini Koto Piliang, penobatan penghulu harus ditanam tanduk yang mengartikan menanamkan sifat buruk dari penghulu dan mengangkat yang baik untuk anak kemenakan dan masyarakatnya," ujar Herman Malin Palito, tokoh adat Nagari Simpuruik.

Disandangnya gelar datuak oleh anak pasangan H Amran St Sidi Sulaiman dan Hj Maizarnis ini ditandai dengan pemasangan Deta oleh petinggi adat Nagari Simpuruik.

Usai prosesi, Fadly dan istri pun diarak ke rumah gadang Nagari Simpuruik. 

Dalam keteranganya usai acara, Fadly Dt. Paduko Malano, mengaku bangga telah menyandang gelar barunya itu. Sebagai Walikota Padang Panjang terpilih, gelar tersebut juga akan menjadi marwah bagi dirinya, termasuk keluarga dan kaum suku Kutia Anyia.

"Saya merasa bangga dan bahagia dipercaya oleh kaum. Terima kasih tak terhingga pada masyarakat dan kaum yang telah terlibat langsung dalan proses pengukuhan dan penobatan gelar sako ini," ucapnya.

Gubernur Irwan Prayitno dalan sambutannya mengatakan, bahwa Fadly adalah seorang anak muda yang cukup potensial jika dilihat dari kiprahnya saat ini. Beliau sangat aktif dan peduli dalam kepemudaan serta santun dalam menjalankan suatu organisasi dan mengelola berbagai perusahaan yang ia pimpin.

 

"Saya meyakini Fadly yang berasal dari keluarga terpandang dan terhormat, sangat tepat diberikan amanah sebagai pangulu oleh kaum pasukannya," ujar gubernur.

Irwan Prayitno yang juga penghulu di kaumnya, berharap Datuk Panduko Malano bisa menjadi pengayom dan membimbing anak kemenakan serta mampu menyelesaikan persoalan-persoalan kaum nantinya, serta menjadi tauladan bagi anak dan kemenakan di kaumnya. 

"Saya dan wagub mengucapkan selamat dan semoga sukses dalam mengemban amanah," kata Gubernur Irwan.

Bupati Irdinansyah Tarmizi juga menyampaikan  ucapan selamat dan menyambut senang serta bangga atas dilewakannya Fadly Amran sebagai penghulu di Nagari Simpuruik, Sungai Tarab. 

Dengan dilewakan gala ini, Irdinansyah berharap Fadly dapat menjadi inspirasi, motivasi dan teladan bagi generasi muda Minang.--(Protokoler Pemko PP). (Aweludin Awe)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)