Agam

Guru di Kabupaten Agam Mendapat Penghargaan

Warta Andalas | Minggu, 19 Agustus 2018 - 09:34:33 WIB | dibaca: 102 pembaca

WARTA ANDALAS, AGAM - Sebanyak 25 guru di Kabupaten Agam mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Agam, karena berhasil menerbitkan satu buah buku selama satu bulan.

Penghargaan itu diberikan Bupati Agam Indra Catri, disela acara penurunan upacara bendera Merah Putiah 17 Agustus, di halaman kantor bupati, Jum’at (17/8).

Dalam kesempatan itu, bupati menyampaikan apresiasinya terhadap karya buku yang telah diterbitkan oleh banyak guru di Agam.

“Ini suatu tradisi baru yang diciptakan Agam, mudah-mudahan menjadi inspirasi bagi banyak orang terutama guru-guru agar termotivasi untuk terus menulis,” harap bupati.

Ketua Ikatan Guru Penulis dan Penggiat Literasi (IGPPL) Kabupaten Agam, Refdinal, S.Pd, mengucapkan terimakasih kepada pemerintah daerah yang mensupport penuh dalam penerbitan buku.

Sehingga, sampai sekarang hampir sekitar 60 orang guru-guru di Kabupaten Agam yang sudah bisa membuat karya buku, baik jenis cerita rakyat, cerpen maupun memoar.

“Kami senang menulis dan sudah bisa melahirkan karya buku. Alhamdulillah ini juga berkat adanya kurikulum 2013 yang didalamnya anjuran literasi, bagi guru, sehingga kami lebih kuat termotivasi untuk menulis,” jelas Refnaldi yang sudah melahirkan empat buah buku itu.

“Kami memanfaatkan waktu senggang di sekolah, jadi kita selalu mengisi waktu untuk menulis. Apalagi tugas kita sebagai guru tidak lepas dari menulis dan membaca, alhamdulillah apabila sudah terbiasa menulis rasanya tidak terlalu sulit untuk melahirkan buku,” jelasnya.

Sebelumnya, untuk bisa menjadi penulis hebat, Ia bersama kawan-kawan yang tergabung di dalam IGPPL untuk pergi mengikuti pelatihan menulis beberapa hari dengan biaya pribadi. Bahkan untuk menerbitkan buku, juga menggunakan biaya sendiri.

“Kita tulis sendiri, terbitkan sendiri dan biaya cetaknya juga uang sendiri. Sehingga motivasi kita untuk melahirkan buku juga lebih kuat,” jelasnya.

Eni Sasnita, S.Pd salah seorang guru jurusan Bahasa Inggris di SMPN 2 Tilatang Kamang, mengatakan, keinginannya untuk bisa menulis didadasari atas keinginan dan hobby yang sudah melekat sejak masih duduk di bangku sekolah.

Saat itu Ia sering menyalurkan bakatnya melalui majalah dinding (Mading) untuk bisa menulis.
“Terinspirasi karena hobi menulis saja, hingga pada akhirnya saya mencoba membuat sebuah buku,” jelas Eni pengarang buku berjudul Menggapai Cita-Cita itu.

Keinginan lebih membuat karya buku, menurutnya, ditambah dorongan program literasi sekolah yang dicanangkan pemerintah.

Sehingga, pada akhirnya Ia dengan sejumlah teman-teman membuat inisiatif untuk belajar membuat sebuah buku.

Buku baru itu merupakan terbitan perdana, yang dilaunching pada 10 Juli 2018.

Dalam waktu dekat ini Ia juga akan menerbitkan satu buah buku lagi, dengan judul yang masih dirahasiakan. (khw)

 





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)