Solok

Gila, Bendahara Pembantu SMKN 1 Bukit Sundi Gelapkan Dana PIP

Warta Andalas | Senin, 08 Oktober 2018 - 14:31:28 WIB | dibaca: 1375 pembaca

WARTA ANDALAS, SOLOK - Ini sudah keterlaluan, belum selesai kasus SMKN 2 Kota Solok, kali ini personil Polsek Bukit Sundi Polres Solok Kota, Rabu (3/10) Pukul 18.00 Wib, kembali lakukan OTT terhadap Eva Farmila (41) alamat Jorong Galagah Tanah Kuniang Nagari Muaro Panas Kecamatan Bukit Sundi, Bendahara Pembantu SMKN 1 Bukit Sundi Kabupaten Solok, dengan Dugaan Penggelapan penyaluran Dana Program Indonesia Pintar ( PIP ). Eva Farmila yang merupakan tenaga honorer ditangkap diruangan bendahara pembantu komite SMKN 1 Bukit Sundi.

Kronologisnya, berawal peserta didik yang seharusnya menerima Dana PIP dari sejak tanggal 7 Agustus 2018 tapi tidak menerimanya dan melakukan komplain kepada pihak sekolah pada tanggal 2 Oktober 2018. Kemudian tanggal 3 Oktober pihak sekolah berusaha menutupi Dana PIP yang ternyata telah digunakan oleh Eva Farmila untuk kebutuhan pribadi dan kebutuhan sekolah.

Setelah dihitung, total Dana PIP yang seharusnya diterima oleh peserta didik penerima PIP sebanyak Rp.95.000,000,-, Yang sudah diserahkan kepada peserta didik hanya sebesar Rp.15.000.000 khusus untuk siswa kelas XII, sedangkan sisanya sebesar Rp.80.000.000,- tidak diserahkan kepada peserta tetapi digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka. 

Tidak ingin menimbulkan masalah, Kepala Sekolah inisiatif untuk mengembalikan Dana PIP yang telah digunakan oleh Eva Farmila secara bertahap. Terealisasi sebanyak Rp.40.000.000,- untuk 40 orang siswa kelas X dan XI. Namun pada pelaksanaannya, dana tersebut dipotong lagi oleh Eva Farmila, dengan besaran potongan bervariasi  yaitu Rp. 200.000 s/d Rp. 500.000, sehingga total potongan sebesar Rp.  6.360.000,-.

AKBP Doni Setiawan, SIK, MM, Kapolres Solok Kota mengungkapkan, akhirnya setelah dilakukan investigasi, Kapolsek Bukit Sundi melakukan OTT terhadap Vera Farmila dengan barang bukti awal pemotongan Dana PIP penganti dari Kepsek sebesar Rp. 6.360.000,-.

Untuk diketahui, ujar Doni, total penerima dana PIP di SMKN 1 Bukit Sundi sebanyak 110 orang siswa. Rincian siswa kelas XII, sebanyak 30 siswa @ Rp. 500.000,-. Siswa kelas XI, sebanyak  51 siswa @ Rp 1.000.000,-

Dan Siswa kelas X, , sebanyak  29 siswa @ Rp 1.000.000,-. Pada hari Selasa,  7 Agustus 2018 dilakukan pencairan sebesar Rp.95.000.000,- dan hanya diserahkan kepada 30 orang siswa kelas XII sebesar Rp.15.000.000,-. Sisanya sebesar Rp. 80.000.000,- digunakan untuk keperluan pribadi dan kebutuhan sekolah.

Berikut rincian penyalahgunaan dana PIP,

Kebutuhan Pribadi sebesar Rp. 52.460.000,-, diantaranya biaya pernikahan adik (15 juta), beli sepatu (750 ribu), beli baju (5 juta), beli peralatan dapur (750 ribu), beli kosmetik (500 ribu), transport dan pulsa (600 ribu), belanja lain-lain (600 ribu), angsuran koperasi (1,6 Juta). Kebutuhan sekolah sebesar Rp.27.640.000,- diantaranya, gaji guru honorer dan karyawan honorer (masih prores pemeriksaan).

Doni menyebutkan, hasil pemeriksaan sementara belum ditemukan keterlibatan Kepala Sekolah, Bendahara Eva melakukan hal tersebut di atas atas inisiatif sendiri tanpa sepengetahuan atas atas perintah Kepala Sekolah (masih pendalaman). BB berupa Buku Tabungan an.siswa Penerima dana PIP sebanyak 110 buah. Uang tunai hasil potongan dana siswa PIP sebesar Rp. 6.360.000,-. Uang tunai 20.000.000 yang merupakan uang pengganti dana PIP yang telah dipergunakan oleh Bendahara Eva. Tanda Terima penyerahan dana beasiswa PIP sebanyak 40 lembar. SK Penunjukan Terlapor.

2 (dua) buah buku catatan pengeluaran dana PIP oleh bendahara komite SMKN 1 Bukit Sundi.

Tersangka melanggar Permendikbud RI No.9 Tahun 2018 Tentang Perubahan Permendikbud No.19 Tahun 2016 Tentang Petunjuk Teknis Program Indonesia Pintar.

Peraturan Dirjen Pendidikan Dasar Dan Menengah No: 05/D/BP/2018 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Indonesia Pintar pada Jenjang Pendidikan Dasar Dan Menengah. Dana PIP harus diserahkan ke peserta didik paling lambat 5 hari kerja setelah pencairan tanpa ada pemotongan dana dalam bentuk apapun. Ancaman hukuman 5 tahun penjara.(AKBP Doni setiawan/Zfk)

 





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)