Hukrim

Gerakan ‘Saya Perempuan Anti Korupsi’ Meraih Penghargaan IACEA

Warta Andalas | Senin, 11 Desember 2017 - 09:27:16 WIB | dibaca: 71 pembaca

WARTA ANDALAS, JENEWA -  Gerakan ’Saya Perempuan Anti Korupsi’ atau SPAK meraih penghargaan International Anti-Corruption Excellence Award’(IACEA) kategori  Anti-Corruption Youth Creativity and Engagement Award dari Sheikh Tamim Bin Hamad Al Thani, Emir Qatar. Penghargaan diberikan dalam peringatan Hari Antikorupsi Internasional pada Jumat, 8 Desember 2017 bertempat di Gedung PBB di Jenewa.

Penghargaan diberikan kepada SPAK atas keberhasilannya meningkatkan kesadaran pentingnya berperilaku antikorupsi dengan cara yang berbeda. Cara yang unik yang dengan mudah dan cepat mempengaruhi generasi muda dan lapisan sosial masyarakat lainnya.

Assesment Advisory Board (AAB) dan High Level Committee (HLC) dari IACEA menilai gerakan SPAK Indonesia memiliki visi, kepemimpinan, kreativitas, antusiasme dan komitmen serta dedikasi dalam menangani isu korupsi sehingga dapat menginspirasi pihak lain untuk mereplikasi cara-cara yang sama. SPAK juga dinilai memiliki pendekatan yang efektif dan sukses sebagai kontribusi nyata dalam pencegahan dan perlawanan terhadap korupsi.   

“Penghargaan ini adalah milik seluruh agen SPAK di Indonesia yang sudah menjadi inspirasi perubahan, yang dimulai dari dirinya sendiri dan lingkungan terdekatnya. Sebuah langkah kecil yang nyata untuk perbaikan Indonesia di masa depan,” tegas Yuyuk Andriati yang mewakili Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kesempatan penerimaan penghargaan.

Selain SPAK Indonesia yang memenangkan kategori Anti-Corruption Youth Creativity and Engagement Award, ada 3 kategori penghargaan lainnya, yaitu: Anti-Corruption Academic Research yang dimenangkan Amerika dan China, Anti-Corruption Innovation dimenangkan India dengan program “I Paid Bribe” dan Anti-Corruption Lifetime Achievements yang dimenangkan Italia dan Yordania.

IACEA  sendiri merupakan penghargaan bergengsi yang diberikan langsung oleh Emir Qatar, Sheikh Tamim Bin Hamad Al Thani dan didukung oleh United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) badan PBB. Acara pemberian penghargaan tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pejabat PBB seperti Direktur Jenderal Kantor PBB Jenewa Mr. Michael Moller, Direktur Eksekutif UNODC Mr. Yuri Fedotov, para Duta Besar asing di Jenewa, serta Wakil Tetap Republik Indonesia untuk PBB di Jenewa Duta Besar Hasan Kleib.

IACEA digagas oleh The Rule of Law and Anti-Corruption Center (ROLACC) Qatar pada konferensi tahunan ke-8 International Association of Anti-Corruption Authorities (IAACA) pada bulan November 2015 di St. Petersburg, Rusia, dan telah menganugerahkan 13 awards dalam berbagai kategori sejak tahun 2016.

Hingga saat ini SPAK sebagai gerakan antikorupsi berbasis pendekatan keluarga telah melatih lebih dari 1.300 agen pembaru di 34 provinsi di Indonesia. Para agen SPAK tersebut bergerak secara kolektif meningkatkan kesadaran masyarakat. Gerakan SPAK yang dimotori perempuan ini juga mendorong peran sentral perempuan dalam keluarga untuk menanamkan nilai-nilai dasar kejujuran, keadilan, kerja sama, kemandirian, disiplin, tanggung jawab, kegigihan, keberanian dan kepedulian di dalam keluarga sebagai upaya mencegah perilaku korupsi. (rel)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)