Dharmasraya

Gerah Maraknya Hiburan Malam, Ratusan Ibu di Dharmasraya Geruduk Sejumlah Kafe

Warta Andalas | Senin, 22 Oktober 2018 - 19:59:26 WIB | dibaca: 339 pembaca

WARTA ANDALAS, DHARMASRAYA - Maraknya tempat hiburan malam karoke di kabupaten Dharmasraya Sumatera Barat yang selama ini dinilai tak kunjung ada penindakan dari instansi terkait, membuat kaum hawa di wilayah tersebut menjadi geram.

Buktinya, ratusan emak-emak yang berada di daerah Sitiung IV Jorong Blok D, Nagari Koto Gadang, Kecamatan Koto Besar Kabupaten Dharmasraya, hari ini, enin (22/10) sekitar pukul 13:00 WIB, melakukan aksi demo di sejumlah kafe.

Hasilnya, lima orang wanita yang diduga pelayan kafe esek-esek diamankan ke kantor Walinagari setempat. Dan sebagian pekerja ada yang kabur

Dari informasi yang dikumpulkan di tempat kejadian, warga sekitar sudah resah dengan adanya aktivitas warung remang-remang yang berkedok kafe tempat hiburan malam atau karoke esek-esek ini.

Fitri (40), salahseorang warga setempat mengatakan bahwa tempat tersebut berdampak pada moral warga.

" Iko maksiat ma pak, di agamo sangat dilarang dan sangat berdampak pado moral anak-anak kami, talabiah bana suami kami pak, (Ini maksiat, pak, di agama sangat dilarang dan sangat berdampak pada moral anak-anak kami, terlebih sekali pada suami kami, pak.red). Kenapa aktivitas tempat hiburan malam karoke esek-esek ini kayaknya dibiarkan, maka kami dari kaum ibu melakukan aksi ini,” ujarnya. 

Aksi kaum hawa yang sedikit mendahului petugas penegak Peraturan Daerah (Perda) itu, menuntut penutupan kafe yang beroperasi di wilayahnya.

"Kalau bisa ditutup saja kafe ini, karna akan sangat berdampak buruk bagi daerah yang kental dengan agama ini," katanya.

Sementara itu, Wali Nagari Koto Gadang, Ivan Budianto saat dikonfirmasi via telephone genggamnya terkait aksi emak-emak yang resah dan menyisir seluruh kafe tersebut, membenarkan akan aksi ibu-ibu itu.

"Benar, ada ratusan ibu-ibu yang menyisir kafe di Nagari saya," terangnya.

Dirinya menyebutkan, dalam aksinya itu sejumlah wanita yang diduga pelayan kafe digiring oleh massa yang didominasi ibu-ibu ke kantor wali setempat.

"Ada lima yang diduga wanita penghibur, diamankan oleh masyarkat saya, yang saat ini kita amankan dikantor wali," katanya.

Saat ditanya tentang tuntutan para aksi tersebut, Walinagari belum bisa memberikan pernyataan tentang apa yang diinginkan dari aksi swiping emak-emak tersebut.

 Belum tau apa yang diinginkan pak, kini kami sedang menyelesaikan persoalan tersebut," katanya.

Hingga berita ini diturunkan, tersiar kabar bahwa adanya aksi pembakaran tempat hiburan. (tim)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)