Nasional

Gelar Reses, Ketua DPR RI: Prihatin Maraknya Adu Domba Antar Agama dan Peredaran Narkoba

Warta Andalas | Kamis, 01 Maret 2018 - 19:41:18 WIB | dibaca: 337 pembaca

WARTA ANDALAS, BANJARNEGARA - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menyatakan kegalauannya terhadap beberapa permasalahan yang terjadi akhir-akhir ini. Bamsoet galau melihat maraknya upaya adu domba antar umat beragama dan peredaran Narkoba.

"Terus terang saya galau melihat beberapa persoalan bangsa ini. Pertama, mengenai masalah adu domba antar umat beragama. Kedua, masalah peredaran Narkoba," ujar Bamsoet dalam acara Reses Ketua DPR RI di Banjarnegara, Rabu (28/2).

Bamsoet menilai tahun politik saat ini memacu banyak pihak yang tidak senang dengan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) mencoba mengobok-obok kerukunan umat beragama yang telah ada. Salah satu cara yang digunakan dengan melakukan pengrusakan rumah ibadah dan melakukan penyerangan kepada tokoh agama.

"Negara tidak boleh diam terhadap semua upaya yang berusaha memecah belah keutuhan NKRI dan mengadu domba antar umat beragama. Negara harus hadir untuk menjaga dan melindungi seluruh warga negara Indonesia," ujar Bamsoet.

Ketua Komisi III DPR RI ini menyoroti pula kian masifnya peredaran Narkoba di Indonesia. Terlebih berdasarkan informasi intelejen Cina yang diberikan kepada BNN, ada sekitar 5 ton sabu senilai Rp 10 triliun menuju perairan Indonesia. Tangkapan pertama 1 ton di Batam. Tangkapan kedua 1,6 ton di Batam dan ketiga sekitar 3 ton juga diperairan yang sama, yakni Batam Kepri.

Bamsoet mengingatkan, masih berdasarkan informasi intelejen yang diperoleh dari Kepala BNN, diduga masih ada sekitar 600 ton bahan baku sabu berkualitas tinggi senilai Rp 1.200 triliun atau hampir setengah dari total ABPN siap memasuki Indonesia.

"Pantauan terakhir ada disekitar perairan Timor Leste yang kemudian hilang dari pantauan satelit. TNI, Polri, BNN dan Bea Cukai harus tetap waspada," tandas Bamsoet.

Pada bagian lain, Bamsoet menyampaikan dukungannya pada perkembangan ekonomi kreatif yang disampaikan oleh Wakil Bupati Kabupaten Banjarnegara Syamsuddin di tempat yang sama. Bamsoet meyakini kreatifitas bangsa Indonesia sangat luar biasa. Kekuatan ini harus dimanfaatkan menjadi nilai ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Saya mendukung berbagai usaha warga dalam memajukan ekonomi kreatif berbasis bidang pariwisata dan berbagai kegiatan kreatifitas lainnya. Seperti, penyajian tarian khas daerah, penjualan souvenir yang unik, maupun pertunjukan kesenian dan kebudayaan lainnya," ujar Bamsoet.

Bamsoet menilai wilayah Banjarnegara sangat cocok untuk dijadikan lokasi tujuan wisata utama. Terlebih, saat ini ada banyak potensi wisata yang bisa terus dikembangkan. Semisal, Kawasan Candi Dieng, Kawah Sikidang, Candi Bima, Museum Dieng Kailasa, Candi Gatotkaca, ataupun Bukit Sikunir.

Selain mengembangkan berbagai objek wisata yang sudah terkenal, Bamsoet juga mendorong masyarakat berkreatifitas mencari potensi wisata lainnya yang bisa dikembangkan. Masyarakat setempat tentu lebih tahu keadaan lokasi serta potensi daerahnya.

"Dengan meningkatkan kreatifitas, semua hal bisa dikembangkan sehingga akan mendapatkan nilai ekonomi yang pada akhirnya bisa mensejahterakan warga sekitar. Kita bisa buat berbagai Desa Wisata yang menampilkan kearifan lokal, pertunjukan seni dan budaya, maupun keunikan lainnya," jelas Bamsoet.

Secara khusus Bamsoet juga menegaskan pemerintah daerah harus dapat merangsang investor untuk ikut mengembangkan berbagai pemanfaatan sumber daya yang ada di Banjarnegara.

"DPR akan mendorong pemerintah pusat untuk membantu dalam pengembangan infrastruktur, seperti perbaikan dan pembuatan jalan, maupun dengan memberikan fasilitas lainnya. Presiden Jokowi juga telah membuat Badan Ekonomi Kreatif. Saya siap menjadi jembatan bagi masyarakat maupun komunitas kreatif di Banjarnegara agar bisa terhubung dengan Badan Ekonomi Kreatif," ucap Bamsoet. (imo)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)