Nasional

Ganjar Pranowo Segera Menyusul Setya Novanto?

Warta Andalas | Rabu, 22 November 2017 - 08:09:22 WIB | dibaca: 108 pembaca

WARTA ANDALAS, JAKARTA - Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Nazaruddin, lagi-lagi “bernyanyi” di Pengadilan Tipikor. Setelah membuat Setya Novanto meringkuk di balik jeruji KPK, Nazaruddin menyebut lagi sosok Ganjar Pranowo yang turut “mencicipi” uang haram e-KTP. Jumlahnya 500 ribu dolar US.

“Semua yang saya sampaikan itu benar yang mulia,” ujar Nazarudin dalam kesaksiannya di Pengadilan Tipikor untuk terdakwa Andi Agustini alias Andi Narogong  Senin, 201/10. Ia mengaku melihat sendiri penyerahan uang kepada Ganjar  yang saat itu menjabat Wakil Ketua Komisi II DPR RI di ruang kerja anggota DPR Mustoko Weni.

Nazaruddin memulai cerita, saat dirinya berkumpul bersama terdakwa (Andi Narogong)di ruangan Mustoko Wani, anggota DPR Komisi II.  Di situ dia mendengar langsung suara Mustoko Weni yang menghubungi Ganjar melalui  telepon. Mustoko bertanya apakah Andi perlu menemui Ganjar di ruangan kerjanya. Tapi Ganjar menolak. Dia sendiri yang akan ke ruangan Mustoko.

Sesuai dengan BAP, Nazaruddin menyebut di ruang Mustoko Weni itulah Ganjar menerima uang sebesar 500 ribu dolar US.  “Ganjar menyampaikan kepada saya, ini kebersamaan, biar program besarnya jalan,” ujar hakim Anwar ketika membacakan BAP-nya Nazaruddin.

Demi Allah

Nama Ganjar dalam keterlibatannya di e-KTP, bukanlah pertama kali. Ketika sidang 9 Maret 2017 lalu, dalam dakwaannya jaksa menyebut sederet nama yang terlibat mega korupsi berjamaah yang merugikan negara sekitar Rp 2.3 triliun. Ada sekitar 40-an tokoh yang menikmati uang haram tersebut,  antara lain, Gamamawan Fauzi (Mendagri), Setya Novanto, Anas Urbaningrum, Mirwan Amir,  Yasonna Laoly, Ade  Komaruddin, Chaaeruman Harahap Marzuki Alie dan sebagainya.

Dari sekian nama yang telah divonis oleh hakim, meliputi  Irman  (mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri, 7 tahun penjara), Sugiarto (mantan Direktur Pengelolaan Administrasi Kependudukan Kemendafri 5 tahun penjara), Miryam S Haryani (politisi Hanura 5 tahun penjara). Sementara Andy Narogong  menjalani persidangan, kemudian Setya Novanto yang ditetapkan sebagai tersangka dan meringkuk di KPK.

Ketika nama mereka disebut, semua pun seperti koor memberikan bantahan. Bahkan, nama Allah pun dibawa-bawa, seperti Gamawan Fauzi dan Setya Novanto. “Demi Allah kepada seluruh Indonesia, bahwa  saya tidak menerima apa pun dari e-ktp<’ jelas Setnov  dalam Rakornas Golkar di Redtop Hotel, Maret lalu.

Begitupun Gamawan.  Ia mengaku satu rupiah pun tidak menerima. Ia juga siap dikutuk jika menerimanya meski hanya satu rupiah. “Kalau ada saya minta didoakan saya dikutuk Allah<” jelas Gamawan yang di e-KTP ini baru menjadi saksi.

Sedang Miryam mencabut keterangannya karena dalam pemeriksaan dintimidasi.  “Biar cepat saya keluar ruangan, saya ngomong asal saja,” jelas Miryam yang mencabut segala keterangannya mengenai aliran e-KTP.

Lantas, bagaimana dengan Ganjar Pranowo, yang kini sebagai orang nomer satu di Jawa Tengah. Lelaki beramput putih ini membantah keterangan Nazaruddin. “Itu sudah diomongkan dulu di persidangan,” jelasnya.

Tapi, terdakwa Andi Narogong tidak membantah semua keterengan Nazaruddin, ketika dimintai tanggapannya soal keterangan Nazaruddin mengenai Ganjar Pranowo. (Ian/skandal/imo)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)