Sawahlunto

Festival Kota Tua Diharapkan Mampu Pertahankan Nilai Seni dan Budaya

Warta Andalas | Jumat, 20 April 2018 - 19:51:43 WIB | dibaca: 569 pembaca

WARTA ANDALAS, SAWAHLUNTO – Jelang pelaksanaan ajang Festival Kota Tua II tahun 2018 yang di helat Paguyuban Ki Sapu Jagad dengan Kemetrian Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Kebudayaan, Peninggalan Barang Bersejarah dan Permuseuman kota Sawahlunto Jum’at - Minggu (27 – 29 April) mendatang, panitia kegiatan terus melakukan berbagai persiapan serta telah membuka pendaftaran bagi peserta di Gedung Pussat Kebudayaan (GPK), sejak beberapa hari yang lalu.

Menurut pimpinan Paguyuban Ki Sapu Jagad, Iwan Darmawan, ejauh ini ia bersama seluruh crew-nya terus melakukan berbagai persiapan, baik tempat pelaksanaan maupun sarana dan prasarana lainnya. Bahkan, sejak membuka pendaftaran beberapa hari yang lalu, saat ini sudah ada peserta dari sejumlah daerah, seperti kota Bukittinggi, Payakumbuh, Batusangkar, Solok serta berbagai daerah tetangga lainnya di Sumbar ini.

Kepada Warta Andalas, Iwan juga meyakini bahwa jumlah peserta akan terus bertambah, sehingga dimungkinkan panitia akan melakukan pembatasan peserta.

“Mengingat waktu pelaksanaan kegiatan hanya tiga hari dan free inset, maka jika peserta tidak dibatasi pasti akan akan menjadi over dan dikhawatirkan juri akan menjadi kelelahan,” sebutnya.

Untuk itu, lanjut pria yang kerap disapa Aki ini, bagi para peserta yang mendaftar hingga hari terakhir yaitu tanggal 26, diharuskan mendaftar ulang pada tanggal 27 April.

Diungkapkan Iwan, dalam festival itu panitia akan menggelar berbagai perlombaan, diantaranya lomba tari Kuda Kepang untuk pelajar dan umum,Netherlands and Java Fashion Show untuk anak-anak dan remaja, lomba dialog bahas Tangsi serta pameran barang antic dan benda pusaka dan juga bazaar kuliner tempo doeloe.

Menanggapi pagelaran festival kota tua II ini, Kepala Dinas Kebudayaan Peninggalan Benda Bersejarah dan Permuseuman kota Sawahlunto, Hendri Thalib mengatakan bahwa ajang tersebut diharapkan mampu untuk melestarikan kesenian dan kebudayaan yang ada di kota ini, sebagai wujud dari kota yang dihuni oleh beragam etnis.

“Seni dan budaya yang ada di kota ini harus terus di pertahankan dan jangan sampai generasi muda kita tidak mengerti dengan semua itu. Apalagi sekarang di masa kepemimpinan Jokowi dan JK, sangat mendukung untuk mempertahankan dan pelestarian budaya kita, sebagai salahsatu dari tekad revolusi mental,” ungkapnya.

Selain pelestarian budaya, lanjut Hendri Thalib, hal ini juga diharapkan akan berdampak pada peningkatan angka kunjungan wisatawan dari luar kota yang akan mendukung geliat tumbuh kembang ekonomi masyarakat.

Lebih jauh Hendri Thalib juga mengatakan bahwa pihaknya tengah berupaya untuk merangkul seluruh pelaku seni dan budaya untuk dapat eksis kembali, sehingga khasanah kekayaan seni dan budaya kota Sawahlunto dapat terus lestari dan menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk mengunjungi kota ini. (ap)





Komentar : 1
Manfaat Susu Kambing
20 April 2018 - 20:03:32 WIB
Ditunggu berita selanjutnya
****s://muhammadihsan236677946.wordpress.co m/
<<< 1 >>>


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)