Sawahlunto

Epy Kusnadi, SH, M.Kn: BUMD Berpotensi Terus Rugikan Keuangan Daerah

Warta Andalas | Kamis, 05 April 2018 - 08:55:40 WIB | dibaca: 398 pembaca

WARTA ANDALAS, SAWAHLUNTO – Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) kota Sawahlunto menyoroti sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang mengelola asset Pemerintah kota setempat, seperti PT. Wahana Wisata Sawahlunto (WWS), PT. Lembu Betina Subur (LBS) dan sejumlah BUMD lainnya.

Pasalnya, pengelolaan badan usaha tersebut dinilai berpotensi terus merugikan keuangan daerah atau APBD, terkait nyaris tidak adanya devident yang diterima oleh pemerintah daerah kota Sawahlunto ini.

Bahkan, PT. WWS dan LBS tercatat sudah beberapa kali menerima tambahan penyertaan modal, yang bersumber dari uang rakyat dalam APBD Sawahlunto. Namun, dalam beberapa tahun terakhir ini justru badan usaha itu kian melemah, dan bahkan untuk PT. LBS yang awalnya mengelola ratusan sapi, kini hanya tinggal kandangnya saja.

Menyikapi hal itu, anggota DPRD Sawahlunto, Epy Kusnadi, SH, M.Kn mengatakan bahwa pihaknya akan segera memanggil seluruh pengelola BUMD dalam waktu dekat ini.

“Kita melihat pengelolaan BUMD yang ada ini akan terus merugikan keuangan daerah. Untuk itu, kita akan memanggil para pengelolanya untuk meminta keterangan terkait kondisi saat ini,” ujar politisi PAN itu, saat mengikuti press confrance di ruang pertemuan Ketua DPRD, Senin(1/4) kemarin.

Dihadapan puluhan wartawan yang hadir saat itu serta para pimpinan dan anggota DPRD, yakni Adi Iktibar, SH, Hasjonni SY, SE, MM dan Ir. Hj. Neldaswenty, Epy Kusnadi juga mengatakan bahwa sejauh ini hampir tidak ada deviden yang diterima oleh pemerintah daerah.

“Dalam BUMD itu ada komisaris dan segenap pengelola lainnya. Ini yang akan kita panggil untuk memberikan keterangan dan pertanggungjawabannya. Sejauh ini, saya melihat pengelolaan BUMD akan dapat terus merugikan keuangan daerah kita,” tandasnya. (ap)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)