Pariwara

Dua Tahun Kepemimpinan Indra Catri dan Trinda Farhan Satria, Pembangunan di Agam Meningkat

Warta Andalas | Rabu, 14 Maret 2018 - 14:33:30 WIB | dibaca: 1091 pembaca

Sudah dua tahun masa kepemimpinan Indra Catri dan Trinda Farhan Satria sebagai pasangan Bupati Agam dan Wakil Bupati Agam, yang telah membawa perubahan cukup signifikan di daerah itu, bahkan dalam dua tahun itu berbagai sarana dan infrastruktur telah dibangun, dan menjadi acungan jempol bagi kalangan masyarakat.

Di awal tahun 2018, Bupati Agam H. Indra Catri, Dt. Malako Nan Putiah, secara simbolis meresmikan 12 unit bangunan baru di Lingkungan Pemkab Agam. Bangunan dimaksud adalah gedung baru Dinas Pertanian, Dinas Perikanan dan Kedtahan Pangan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, Kantor Camat Lubuk Basung, Kantor Camat Palupuh, Kantor Camat Tanjung Raya, Ruang IGD dan OK RSUD Lubuk Basung, Puskesmas Matur, Puskesmas Biaro, dan Pasar Matur.

 

Semua pembangunan sarana publik ini demi membumikan visi Kabupaten Agam 2016-2021. Mewujudkan Kabupaten Agam yang BISA (Berkeadilan, Inovatif, Sejahtera, Agamais dan Beradat).

Peresmian itu ditandai dengan penandatanganan prasasti bagi 12 unit bangunan kantor dimaksud oleh Bupati Agam H. Indra Catri Dt. Malako Nan Putiah, dan dilanjutkan pengguntingan pita secara simbolis peresmian bangunan Kantor Dinas Pertanian, dan Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan, oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Agam, Ny. Vita Indra Catri. Turut mendampingi Wakil Bupati Agam, Trinda Farhan Satria, Dt. Tumangguang Putiah, Pimpinan Forkopimda, anggota DPRD Agam, Sekretaris Daerah, Martias Wanto, Kepala OPD, dan tokoh masyarakat.

Momentum pembangunan gedung baru itu sebagai bukti bahwa tahun 2018 Kabupaten Agam telah mencanangkan, sebagai "Tahun Peduli".

 

Bupati berharap, dengan adanya kantor baru yang representatif ini menjadi stimulan dan semangat baru bagi para pegawai dalam meningkatkan layanan kepada masyarakat. Pembangunan masjid, agar makin menyemarakkan Program Nagari Madani. Pembangunan pasar, agar dapat menunjang perekonomian masyarakat yang diformulasikan dengan konsep pitih banyak. Sedangkan pembangunan RSUD dan puskesmas, agar mampu memberikan daya dorong terhadap badan sihaik (badan sehat).

Mengambil kutipan dari Andrian Payne, Profesor dari University of New South Wales, Australia, bupati menyatakan, bahwa dalam kunci sukses terjadinya transfer pelayanan dari sebuah organisasi kepada pelanggannya adalah, melalui tiga elemen yaitu, people (orang), process (proses) dan physical evidence (bukti fisik).

Tiga elemen tersebut merupakan satu kesatuan yang saling berkaitan dalam sebuah struktur triangel, yang tidak dapat dipisah-pisahkan. Namun tidak dapat dinafikan pula, selain keterlibatan individu pemberi layanan kepada yang dilayani, bahwa tidak lengkap tanpa adanya sebuah lingkungan yang kondusif dan representatif. "Maka tampilan fisik sangat diperlukan untuk melengkapi sarana dan prasarana sebuah institusi, untuk membangun image yang positif terhadap masyarakat.

 

"Untuk itu, saya mengimbau kepada masyarakat agar menunjukkan kepedulian di dalam semua aktivitas. Khusus kepada ASN, saya minta jadikan momentum ini untuk meningkatkan dan memperbaiki rasa peduli terhadap pekerjaan, rasa peduli terhadap rekan kerja, dan rasa peduli terhadap lingkungan kerja," uajrnya mengingatkan.

Pada kesempatan itu, Sekretaris Daerah, Martias Wanto, sebagai penanggung jawab kegiatan pembangunan mengatakan, pada tahun anggaran 2017, sedikitnya  15 unit bangunan yang didirikan. Di antaranya, 3 unit gedung dinas, 3 unit kantor camat, 3 unit Puskesmas, 5 unit pasar rakyat dan 1 unit ruang inap RSUD Lubuk Basung. Direncanakan, pada tahun anggaran 2018 ini Pemkab Agam akan membangun 5 unit bangunan baru.

Sementara itu, secara keseluruhan sejak 2015, Pemkab Agam sudah membangun sebanyak 42 unit gedung baru, terdiri dari gedung dinas, kantor camat, kantor walinagari, masjid, RSUD, Puskesmas, Pustu, dan Pasar. Keseluruhan proyek fisik ini bersumber dari biaya APBD Pemkab Agam, yang menelan biaya hampir Rp73 miliar.

"Namun untuk biaya ke-dua pembangunan gedung Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan, dan Dinas Pertanian menelan biaya sebesar Rp6,2 miliar. Dana keduanya sama-sama besar, yaitu Rp3,1 miliar," ujar Sekda. 

 

Di samping itu, Indra Catri dan Trinda Farhan Satria, serta seluruh unsur Forkopimda Agam, melakukan peletakan batu pertama pembangunan kantor Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dalduk KB PP dan PA)

Peletakan batu pertama tersebut, sebagai tanda dimulainya pembangunan kantor pemerintahan tahun anggaran 2018.

Pembangunan Kantor Dalduk KB PP dan PA, yang berlokasi di komplek GOR Rang Agam tersebut, dibangun menggunakan Dana Insentif Daerah (DID) 2018 Rp 3,2 miliar.

Sesuai dengan kontrak pengerjaan, pembangunan gedung itu bakal dilaksanakan selama 180 hari kalender hingga akhir Juli 2018, yang dikerjakan PT. Wahana Bhakti Serumpun.

“Peletakan batu pertama ini menandakan pembangunan gedung perkantoran di lingkungan Pemerintah Kabupaten Agam, baik di kabupaten maupun kecamatan untuk tahun 2018, dimulai,” ujar bupati.

Dikatakan bupati, selain kantor Dalduk KB PP dan PA, masih ada beberapa kantor lainnya yang akan dibangun di tahun 2018, seperti kantor Camat Kamang Magek, Banuhampu, Puskesmas Magek, dan Palembayan.

2018 Tahun Peduli

 

Bahkan, Pasangan Indra Catri dengan Trinda Farhan Satria itu mencanangkan tahun 2018 sebagai kabupaten peduli, dengan slogan "Aku Peduli." Hal itu ditegaskannya kepada seluruh aparatur sipil negara yang berada di lingkungan Pemkab Agam.

Pencanangan itu ditandai dengan pemasangan Pin “Aku Peduli” secara simbolis, yang dipasangkan Bupati Agam kepada Sekda Agam, Kepala BKPSDM Agam, Kepala DPMN Agam, Kemenag Agam, Bagian Umum Setda Agam, dan Wali Nagari Lubuk Basung, beberapa waktu lalu.

“Tahun peduli itu, di mana seluruh kita benar-benar peduli terhadap apa yang sudah ada. Selama ini kita tidak banyak yang peduli satu sama lain. Tidak peduli kebersihkan, pemeliharaan kantor, terhadap teman, staf, dan bahkan LGBT sudah berkembang, kita tidak ada yang peduli,” ujar bupati.

 

Untuk itu, Bupati Agam mencanangkan “Aku Peduli”, agar ASN bisa peduli, dan menjaga silaturrahim dengan baik, serta bagaimana memelihara apa yang sudah ada.

Tidak hanya terhadap ASN, kepedulian juga diharapkan dapat tumbuh, dan berkembang di tengah masyarakat, baik dalam hal berpakaian, perilaku atau pergaulan, serta peduli terhadap seluruh kebijakan yang dibentuk kepala daerah.

 

Kepedulian dalam Islam juga diajarkan. Seperti yang diketahui, bahwa Umat Islam adalah umat yang peduli, dan bersaudara, sehingga bisa terwujud rahmatan lill’alamin,” ujar bupati lagi.

Bupati berharap, rasa kepedulian itu ke depan benar-benar dapat ditingkatkan, karena kepedulian akan memberikan manfaat yang banyak.

“Di samping memudahkan dalam bekerja, Allah pun juga bertambah sayang kepada kita. Kalau tidak peduli, kita akan memiliki banyak musuh, dan hal itu akan berdampak pada pekerjaan, apa pun pekerjaan yang dilakukan tidak akan enak dikerjakan,” ujarnya pula. (Khw)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)