Payakumbuh

Dua Rumah di Balai Batimah Terbakar, 4 Keluarga Kehilangan Tempat Tinggal

Warta Andalas | Kamis, 13 Februari 2014 - 19:37:42 WIB | dibaca: 1233 pembaca

WARTA ANDALAS, PAYAKUMBUH - Dua bangunan rumah semi parmanen  di Kelurahan Balai Batimah, Kecamatan Payakumbuh Timur, ludes terbakar, Kamis (13/2), sekitar pukul 08.00 WIB. Akibatnya, 4 kepala keluarga dengan  11 jiwa kehilangan tempat tinggal. Untuk sementara, keempat KK tersebut terpaksa berteduh di tenda  bantuan Dinas Sosial Payakumbuh. Tak ada korban jiwa, dan kerugian diperkirakan ratusan juta rupiah.

Keempat korban,  masing-masing keluarga Ahmad Yanis, 34 th, nenek Nurjanah, 64 th,  Sumardi, 40 th dan Yudi Marta, 40 th. Kecuali nenek Nurjanah, ketiga korban lainnya adalah buruh tani dan satu di antaranya tukang tamban benen. “Kami sangat terpukul dengan kehilangan tempat tinggal ini pak,” kata Ahmad Yanis kepada Wakil Walikota H. Suwandel Muchtar, saat melihat korban kebakaran, Kamis siang.

Kedatangan Wawako Suwandel Muchtar bersama Sekdako H. Benni Warlis, Asisten I Yoherman, Kadis Sosial Naker Yummardius, Kadisduk Capil Mediar Indra dan Camat Payakumbuh Timur, Herlina itu, sedikit mengobati duka keempat korban. Hari itu juga, Wawako Suwandel dan Sekdako Benni Warlis menyerahkan bantuan tanggap darurat yang disaksikan pengurus LPM dan kelurahan.

Bantuan tanggap darurat yang diberikan berupa, tenda, pakaian, selimut, alat-alat keperluan dapur, beras, makanan dan minuman siap saji, seperti supermi, sardencis serat minuman kemasan. Bantuan makanan dan minuman, cukup untuk beberapa hari ke depan.

Keempat korban yang dihubungi tak dapat menceritakan penyebab kebakaran dimaksud.  Soalnya, waktu kejadian hanya nenek Nurjanah yang tinggal di rumah tersebut.  Seluruh kepala keluarga pergi ke sawah dan membuka usaha tambal benennya di Jalan Rky. Rasuna Said. Sedangkan, anak-anak  usia sekolah juga  sudah berada di sekolah masing-masing. Sementara, dua dari  isteri korban, juga ikut ke sawah.

Seorang isteri korban lagi, dengan anaknya yang masih balita, pergi ke warung untuk membeli keperluan memasak.  Nenek Nurjanah yang tengah menyapu di halaman, tiba-tiba  sudah melihat api  membesar di atas rumah yang ditempatinya.   Teriakan nenek, membuat tetangga berhamburan ke TKP untuk membantu memadamkan api dengan alat seadanya.

Sekitar 10 menit kemudian, tiga unit  mobil BPK Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota  datang ke lokasi.  Tapi, hanya mampu memblokir api agar tak menjalar ke bangunan lain. Tidak satupun barang-barang perabotan yang keluar. “Hanya pakaian di badan saja,” kata Ahmad Yanis. (zal)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)