Lintas Provinsi

dr. Armayani Rusli Bertekad Bawa RSUD Sukarno Babel Menjadi Yang Terbaik

Warta Andalas | Jumat, 04 Januari 2019 - 19:39:15 WIB | dibaca: 90 pembaca

WARTA ANDALAS, PANGKALPINANG - Pagi itu, Minggu (16/12/2018), perwakilan Himpunan Pewarta Indonesia (HPI) Bangka Belitung (Babel) berkesempatan mewawancarai Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sukarno Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dr. Armayani Rusli, SpB, di salahsatu Kafe La Terasse Swiss-Belhotel Kota Pangkalpinang.

Dokter spesialis bedah itu baru empat bulan menjabat sebagai Direktur RSUD Sukarno Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggantikan Dr. Hastuti, M.Sc pada bulan Agustus 2018 yang lalu.

Walaupun terbilang baru seumur jagung, namun gebrakan dan ide-ide serta gagasan konsepnya untuk membangun RSUD Sukarno Kepulauan Babel menjadi rumah sakit terbaik dalam pelayanan, tidak perlu diragukan lagi.

Dr. Armayani Rusli,Sp.B, dengan segudang pengalaman pernah memimpin sejumlah  rumah sakit diluar Provinsi Bangka Belitung, terakhir ia pernah menjabat sebagai Direktur RSUD Sungai Dareh. Selain itu ditambah akses atau jaringan yang dimilikinya baik  di Kementerian Kesehatan Republik RI (Kemenkes RI) maupun diluar non pemerintah, itulah yang menjadi modal utama untuk meningkatkan dan membangun RSUD Sukarno Babel menjadi rumah sakit yang terbaik dengan pelayanan yang profesional di bumi Serumpun Sebalai.

Lantas, apa yang menjadi alasannya mau menerima  tawaran menjadi direktur RSUD Sukarno Babel ? baginya bukanlah ukuran materi atau gaji dan jabatan yang ia inginkan mengabdi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, namun nama besar " Sukarno"itulah yang menggerakkan hatinya dan menjadi motivasinya untuk membuktikan bahwa RSUD Sukarno di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bisa sebesar Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan Rumah sakit Fatmawati.

" Satu-satunya RSUD yang ada di Indonesia  menggunakan nama Sukarno itu ada di provinsi kepulauan Bangka Belitung, itulah alasan mengapa saya mau menerima tawaran tersebut, dan sangat yakin RSUD Sukarno akan menjadi besar sama seperti rumah sakit Cipto dan Fatmawati " Ujar laki-laki yang mengenakan kacamata, saat di wawancarai Pewarta HPI Babel.

Selain itu, ia sangat sependapat apa yang menjadi visi dan misi Gubernur Kepulauan Bangka Erzaldi Rosman saat dirinya diwawancara,  terkait program-program pengembangan RUSD Sukarno ke depan.

"Sewaktu saat diwawancara oleh pak Gubernur tidak banyak ia tanyakan kepada saya, langkah-langkah apa saja yang saya lakukan untuk membangun RSUD Sukarno ini menjadi maju dan mampu bersaing dengan rumah sakit yang ada di Bangka Belitung, setelah saya jelaskan, pak Gubernur sangat setuju dengan apa yang saya sampaikan, dan itu sesuai dengan pemikiran pak Gubernur ke depan untuk membangun provinsi ini," ujarnya lagi.

Kemudian, apa saja yang telah dilakukan selama 4 bulan ia menjabat sebagai Direktur RSUD Sukarno Babel?.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, pada tanggal 12 Desember 2018 pihak RSUD Sukarno Babel  telah menandatangani MOU (memorandum of understanding) dengan pihak RSCM Jakarta kerja sama pelayanan medik dengan peralatan yang canggih, sehingga masyarakat Babel tidak perlu harus berobat di Jakarta, bahkan pasien RSCM bisa berobat di RSUD Babel.

Saat ini RSUD Sukarno Babel sudah memiliki peralatan yang canggih seperti mikroskopic, dan operasi pemasangan Ring dan  jantung sudah bisa dilakukan di RSUD Sukarno Babel.

"Sabtu tanggal 8 Desember lalu kita sudah pasang ring jantung untuk 4 orang, kalau sekarang totalnya sudah sekitar 15 orang yang berhasil kita operasi " Kata Armayani.

Selain itu, pihak RSUD Sukarno Babel sudah membuka kerjasama pembiayaan pasien BPJS yang ingin penanganan di RS Jantung Harapan Kita Jakarta.

Kemudian, pada tanggal 30 November RSUD Sukarno Babel sudah menandatangani MOU dengan Rumah sakit umum (RSU) Husein Palembang untuk penanganan dan pelayanan kanker,  mulai dari kasus tumor, pengobatan, operasi dan kemo di bimbing langsung oleh pihak RSUD Husein Palembang.

Masih menurut dokter spesialis bedah, bahwa ada progres peningkatan jumlah pasien, dan saat ini RSUD Sukarno Babel tidak terpengaruh dengan defisitnya BPJS,  karena pemerintah daerah (Pemda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masih mampu menutupi pembiayaan kesehatan masyarakat.

"Sebagai rumah sakit milik Pemprov Babel kita tetap memakai APBD 10 persen untuk kesehatan maka sebagian obat dibantu melalui APBD,  tinggal belanja apa kebutuhan,  kalau pasien tidak mampu buat surat keterangan tidak mampu terus  SK buatkan, saya perintahkan berobat gratis di RSUD, dan saya tegaskan kami tidak boleh menolak masyarakat yang ingin berobat RSUD Sukarno Babel ini " Tegasnya.

Diakhir wawancara dengan dokter penyuka olahraga tenis lapangan,  menghimbau kepada masyarakat Bangka Belitung  jangan meragukan kemampuan, fasilitas dan SDM yang ada di RSUD Sukarno karena saat ini RSUD milik Pemprov Babel  sudah di tetapkan oleh kemenkes sebagai pusat Rumah Sakit rujukan yang ada  di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bahkan diluar Provinsi Babel.

" RSUD Sukarno Babel saat ini sudah menjadi Rumah Sakit yang mempunyai fasilitas  dan dokter spesialis terlengkap di Bangka Belitung," tutup Dokter. (rel)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)