Nasional

DPW IMO Bali Distribusikan Bantuan Kemanusiaan Korban Gempa Lombok

Warta Andalas | Sabtu, 25 Agustus 2018 - 19:52:31 WIB | dibaca: 324 pembaca

WARTA ANDALAS, BALI - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikatan Media Online (IMO) Provinsi Bali bersama tim Kapendam IX/ Udayana mendistribusikan bantuan sembako untuk korban bencana gempa Lombok, Sabtu (25/8).

Sembako ini diberikan kepada korban yang berada di Desa Tretek, Kecamatan Batu Kliang, Kabupaten Lombok Tengah.

Ketua DPW IMO Bali, Wahyu Siswadi menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima, beberapa tempat di wilayah Lombok Tengah juga mengalami dampak gempa yang cukup parah.

"Saluran bantuan logistik selama ini fokus di wilayah Lombok Utara dan Lombok Timur, sementara di Lombok Tengah ini sebenarnya juga cukup parah dan masih minim bantuan masyarakat yang masuk," ungkapnya.

Wahyu mengatakan bantuan yang disalurkan tersebut merupakan sumbangan dari anggota IMO dan masyarakat Bali yang penggalangannya bekerja sama dengan PT. Sasana Tour and Travel Bali.

"ini merupakan kepedulian kami (IMO Bali) dan masyarakat Bali terhadap para korban, kita berusaha membantu semampunya karena kita ikut merasakan apa yang dirasakan saudara-saudara kita yang menjadi korban di sini," terangnya.

Bantuan tersebut langsung diterima oleh Kepala Desa Tretek didampingi oleh perwakilan warga dan Kepala Dusun Montong Dauh yang merupakan dusun terparah kerusakannya.

Kepala Desa Tretek, Mohamad Ipkan mengucapkan terimakasih atas batuan yang diberikan oleh IMO Bali dan PT. Sasana Tour.

Dan ia juga mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Kapendam IX/ Udayana, ia mengungkapkan berkat perhatian Kapendam, desanya semakin mendapatkan perhatikan publik.

"Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan dan juga atas perhatian dari Kapendam, desa kami memang sangat membutukan bantuan, karena ekonomi warga kami lumpuh akibat gempa," ungkapnya.

Di Desa Tretek sendiri terdapat 12 dusun dengan 581 KK. Terdapat dua dusun yang mengalami kerusakan parah, yaitu Dusun Montong Dauh dan Dusun Kluncing. Kondisi akibat gempa di Lombok Tengah cukup parah. Hampir 90 persen bangunan rata dengan tanah, terutama di 2 dusun yakni, Montong Dauh dan Kluncing, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah. Warga terpaksa harus hidup di tenda-tenda yang mereka dirikan sendiri di bekas rumah mereka yang sudah luluh lantak.

Kepala Dusun Montong Dauh, Andi Lala Merti menjelaskan, warga yang mencapai 500 kepala keluarga (KK), tidak berada dalam satu  tempat pengungsian. Menurut Andi, mereka memilih menjaga harta mereka yang masih tersisa dengan mendirikan tenda di areal bekas rumah mereka yang telah rubuh.

"Warga tidak berani meninggalkan rumahnya sementara masih ada harta benda yang harus mereka jaga," jelas Andi Lala Merti di Lombok Tengah, Sabtu, (25/8).

Andi menjelaskan, banyaknya isu dan kabar bohong yang beredar membuat warga merasa cemas. Karena itu, pihaknya menyarankan agar warga untuk sementara tidak berada di dalam rumah.

"Untuk rumah-rumah yang masih berdiri kita tidak berani menempati, dikhawatirkan masih akan terjadi gempa susulan dan rumah itu rubuh," ujar Andi.

Pihaknya masih menunggu pakar konstruksi bangunan terkait kondisi bangunan yang setengah rusak. "Apakah masih bisa ditinggali atau dirubuhkan," tambah Andi.

Alasan itu, juga membuat warga merasa cemas dengan situasi yang berkembang. Meski pihaknya selalu menghimbau agar warga tidak mempercayai isu tersebut.

Sementara, Kepala Desa Teratak Mohamad Ipkan memprediksi akan membutuhkan waktu lama untuk pemulihan. Di sisi lain, logistik yang tersedia semakin lama akan semakin menipis. Dirinya berharap pemerintah segera mengatasi hal itu.

"Disini kalau malam suhunya mencapai 17 derajat. Sedangkan disini ada ratusan anak yang butuh terpal maupun selimut," terang Ipkan.

Ikatan Media Online (IMO) Indonesia Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Provinsi Bali melakukan penggalangan logistik untuk korban gempa di Lombok. Penyerahan bantuan logistik dilakukan langsung oleh Tim Liputan Kemanusiaan IMO Bali. (imo)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)