Sawahlunto

DPRD Minta Pemko Fasilitasi 12 Orang, Sekembalinya Ikut Pelatihan di BBPLK Bekasi

Warta Andalas | Senin, 04 November 2019 - 21:29:38 WIB | dibaca: 10146 pembaca

WARTA ANDALAS, SAWAHLUNTO – Dewan Pimpinan Rakyat daerah (DPRD) meminta agar pihak Pemko Sawahlunto memfasilitasi 12 orang warganya yang kini tengah mengikuti pelatihan di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Bekasi, Jawa Barat, setelah mereka kembali nantinya.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Sawahlunto, H. Jaswandi saat ditemui media ini di gedung dewan, Senin (4/11/2019) siang.

Menurut politisi PPP yang akrab disapa H. Wan Pandito ini, Pemerintah kota harus siap memberikan fasilitas atau membantu pengembangan bagi ke 12 anak Sawahlunto, setelah mereka mengikuti pelatihan di BBPLK Bekasi selama 30 hari kedepan.

“Jangan sampai mereka yang telah mengikuti pelatihan dan memiliki skill, lantas dibiarkan tanpa adanya lapangan pekerjaan. Itu akan sia-sia saja,” sebutnya.

Sebab, lanjut H. Jaswandi, keberangkatan mereka dalam pelatihan ini merupakan hasil perjalanan DPRD kota ini, dimana merupakan untuk yang pertama kalinya Sawahlunto bisa mengirimkan peserta pelatihan di BBPLK ini.

“Sebelumnya, dalam kunjungan kami ke BBPLK Bekasi belum lama ini, mereka hanya memberikan kuota sebanyak 10 orang. Namun dalam negoisasi kami, akhirnya mereka memberikan penambahan 2 orang lagi,” ungkapnya.

Disebutkannya, keberangkatan DPRD mengunjungi BBPLK ini berdasarkan dari keperihatinan terkait banyaknya pengangguran di usia produktif.

“Dan Alhamdulillah, pihak BBPLK ini menyambut baik setelah kami sampaikan maksud dan tujuan kedatangan kami. Dan kerjasama pelatihan ini akan terus berlanjut dengan bidang-bidang ketrampilan lainnya,” imbuhnya.

Sebelum diberangkatkan dan dilepas oleh Walikota Deri Asta pada Senin (4/11) pagi, ke 12 peserta dinyatakan lolos seleksi.

Dalam pelatihan tersebut, mereka akan dibagi dalam beberapa kategori Kejuruan, yakni Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) dan listrik.

Untuk bidang perakitan, dikuti oleh Ramadhani Saputra dan Yogi Yoseptian, sedangkan bidang Jaringan Luthfi Ariesta Prayoga serta Radinal.

Sedangkan untuk Kejuruan Elektronika, sub kejuruannya terdiri dari operator instrumen dan sub fiber optik akan diikuti masing-masing sebanyak 4 orang peserta, yaitu Operator Instrumen Fazil Alra, Ahmad, Aditya Ramadhani dan Rahmadsyah.

Untuk Fiber Optik Erdian Rahmana Putra, Rony Saputra, Muhammad Khusin dan Erlangga Hadi Kusuma.

Kepala Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMTSP - Naker) Sawahlunto, Dwi Darmawati menyebutkan bahwa pelatihan ini merupakan program Kemnaker, sehingga semua peserta tidak dipungut biaya karena sudah ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Setiap Kabupaten/Kota itu diberikan kuota peserta maksimal sebanyak 12 orang.

"Peminat yang mendaftar kemaren cukup antusias, tercatat mencapai 35 orang. Namun sesuai regulasi dari Kemnaker, kuota hanya 12 orang. Jadi kami melakukan tahap seleksi," kata Dwi Darmawati, usai pelepasan para peserta BBPLK tersebut.

Sementara itu, dalam sambutan pelepasan tersebut , Deri Asta berpesan agar mereka tidak menyia-nyiakan kesempatan emas yang diperoleh ini.

"Biasanya orang untuk berlatih dan menuntut ilmu itu berkorban dulu, membayar mahal atau mencari guru dulu. Sekarang adek - adek bisa menuntut ilmu ini dengan gratis, langsung ke Balai Latihan Kerja Kementerian pula. Maksimalkan ini, ambil ilmu dan referensi di sana dengan baik," pesan Deri. (ap)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)