Mentawai

DPRD Mentawai Dorong Pendidikan Penanggulangan Bencana

Warta Andalas | Senin, 13 Januari 2014 - 21:44:34 WIB | dibaca: 1488 pembaca

WARTA ANDALAS, MENTAWAI - Peristiwa Tsunami tahun 2010 menjadi duka terdalam bagi segenap bangsa Indonesia. Peristiwa yang terjadi 26 Desember 2010 itu telah merenggut ratusan  jiwa anak bangsa di Provinsi Sumatera Barat dan Pulau Mentawai

Peristiwa Tsunami menjadi duka bagi kita semua. Sepuluh tahun telah berlalu dari peristiwa gempa dan tsunami, namun rasa sedih dan simpati kita sebagai satu bangsa, akan senantiasa sama dengan yang dirasakan keluarga korban," kata anggota DPRD  dari Fraksi Demokrat,Juarman, beberapa waktu lalu.

Namun menurut dia, di balik duka, peristiwa tsunami membawa makna bagi Mentawai. makna itu adalah semangat untuk bersatu dan bangkit dari bencana.

Dia mengatakan, selepas tsunami, segenap anak bangsa bahu membahu tak kenal asal suku, agama, latar belakang politik, serta ekonomi. Semua bahu-membahu saling membantu demi Mentawai.

Tsunami telah menyatukan kita bersama untuk bangkit," ujar Juarman.

Yang tak kalah penting, tsunami telah meningkatkan kewaspadaan terhadap peringatan bencana alam. Lewat Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2008, pemerintah pun membentuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Menurut Juarman hadirnya BNPB pada 2010 sangat vital dalam menanggulangi potensi bencana alam. Selepas peristiwa tsunami 2010, peran BNPB juga sangat vital dalam proses penanggulangan bencana di Mentawai.  .

Menurutnya, posisi BNPB sangat penting dalam membentuk sistem peringatan dini potensi bencana atau early warning system.

Tsunami telah memberi kita pelajaran bahwa peringatan dini akan potensi bencana sangat penting. Dan kami di Komisi  DPRD  mengapresiasi peran BNPB dalam memberi edukasi dan pelayanan bagi masyarakat tentang bencana alam," kata juarman.

Sistem peringatan bencana, kata Juarman, telah diadopsi oleh nyaris seluruh wilayah di Indonesia. Sistem peringatan di daerah pun telah menggunakan sejumlah alat tekonologi untuk deteksi dini kemungkinan bencana alam. Alat pendeteksi disesuaikan dengan potensi bencana setiap daerah.

Di daerah pesisir, dilengkapi alat pendeteksi tsunami. Sedangkan di pegunungan, alat pendeteksi bencana vulkanologi disiagakan.

Kami di DPRD akan terus menunjang kebutuhan BNPB untuk terus melengkapi sistem pencegahan dan deteksi dini bencana," ujarnya.

Dia merasa selain sistem peringatan, pendidikan terhadap potensi bencana alam sangat penting bagi masyarakat. Pendidikan bisa dilakukan di sektor formal, yakni di sekolah.

"Pendidikan peringatan dini dan penanggulangan bencana pun bisa dilakukan di tengah masyarakat, yakni dengan simulasi penanggulangan bencana," katanya. (heri)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)