Sawahlunto

DPRD Kota Sawahlunto Dukung Peringatan Hari Santri Dianggarkan di APBD

Warta Andalas | Selasa, 22 Oktober 2019 - 20:22:56 WIB | dibaca: 10217 pembaca

WARTA ANDALAS, SAWAHLUNTO - Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kota Sawahlunto mendukung peringatan Hari Santri Nasional (HSN) dianggarkan dalam APBD tahun besok jika diusulkan Pemerintah daerah termasuk penambahan anggaran Pondok Tahfiz Al Quran. Hal itu disampaikan Irlan Komisi 1 mewakili Ketua DPRD Kota Sawahlunto disela-sela sambutannya pada acara Tabligh Akbar memperingati HSN ke-5 di Masjid Agung Nurul Islam, Selasa (22/10).

Irlan menambahkan, lahirnya Undang-undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren patut disyukuri, pasalnya dengan aturan tersebut pesantren diharapkan tidak hanya berfungsi pendidikan semata melainkan juga dakwah dan pengabdian masyarakat.

“Dengan demikian tamatan pesantren memiliki hak sama dengan pendidikan lainnya,” ujar Irlan.

Tak hanya itu DPRD sebut Irlan akan menindaklanjuti Undang-undang pesantren dalam bentuk peraturan daerah jika diperlukan.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sawalunto Idris Nazar menyampaikan, sesuai petunjuk,  peringatan HSN boleh diadakan dalam salah satu tiga bentuk yakni bersih-bersih di lingkungan pesantren atau disebut dengan istilah “ROAN”, Upacara bendera dan Tabligh Akbar.

Untuk Kota Sawalunto sendiri sambung Idris digelar dalam dua bentuk yakni ROAN serta Tabligh Akbar sedangkan upacara bendera ditiadakan tahun ini. Alasan tidak digelarnya upacara bendera ungkap Idris karena di Sawahlunto hanya memiliki dua pondok pesantren dan itupun yang aktif cuma satu yaitu Pondok Pesantren Ababil Lunto. Disamping itu, Tabligh Akbar dianggap lebih memudahkan memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang peringatan hari santri.

“Hari santri merupakan implementasi spirit kebangsaan, nasionalisme serta spirit memperbaiki akhlak dan moral bangsa, jangan dianggap intervensi pemerintah,” terangnya.

Selain ucapan selamat dan terimakasih kepada para donatur seperti Bank Nagari, BRI dan Syariah Mandiri yang telah membantu kegiatan HSN serta kesediaan pejabat dan tokoh masyarakat berkenan menghadiri acara, Kepala Kankemenag Kota Sawahlunto meminta kepada Pemko agar peringatan Hari Santri Nasional dapat dianggarkan melalui APBD Kota Sawalunto.

Di tempat yang sama, Wakil Walikota Sawahlunto Zohirin Sayuti mengajak santri sebagai generasi penerus bangsa berperan meluruskan pemahaman keliru termasuk mencegah terjadinya konflik di tengah-tengah masyarakat.

Pada kesempatan itu, Wawako Zohirin pun mengungkapkan kekecewaan dirinya atas adanya istilah Islam radikal. Ia berpendapat ajaran islam tidak radikal namun penganut agama yang salah dalam memahaminya.

Selanjutnya kata Wawako, sebagai upaya mendukung pendidikan keagamaan yang diselenggarakan di pondok pesantren maupun madrasah-madrasah, Pemerintah daerah Kota Sawahlunto saat ini juga sedang mengembangkan program Tahfiz Al Quran. Berkenaan dengan itu, Ia mengimbau masyarakat mendirikan pondok tahfiz minimal memiliki 20 orang peserta dan akan dibantu Pemko 1,5 juta rupiah perbulan.

“Kalau tidak cukup murid, tidak kami bayarkan,” tuturnya.

Usai sambutan, Wawako menyerahkan piagam penghargaan secara simbolis kepada santri Ponpes Ababil Lunto atas partisipasi mereka mengikuti Pekan Olaraga dan Seni antar Pondok Pesantren tingkat Provinsi Sumatera Barat belum lama ini.

Selama acara berlangsung, bertindak selaku penceramah Ustad Ibrahim dari Kota Solok dan ditutup kesenian religi “Hadroh” binaan Ponpes Ababil Lunto yang ditampilkan di halaman masjid. (rf)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)