Dharmasraya

Wabup Genapi Produk Hukum Dengan Tiga Perda

DPRD: Implementasikan Dalam Karya Nyata Demi Rakyat

Warta Andalas | Sabtu, 17 Desember 2016 - 09:21:59 WIB | dibaca: 280 pembaca

WARTA ANDALAS, DHARMASRAYA - Tiga perda lahir di ujung tahun 2017. Kelahirannya diharapkan menjadi payung hukum bagi peningkatan kinerja Pemkab terutama di bidang pemerintahan. Ketiga Perda tersebut adalah Perda tentang penyelenggaraan arsip, kedua Perda tentang perubahan atas Perda penataan nagari dan ketiga Perda tentang perubahan atas Perda tarif retribusi pengendalian menara telekomunikasi. Tiga perda tersebut menggenapi produk hukum yang lahir tahun ini di negeri berjuluk petrodolar.

Dalam rapat paripurna DPRD Jumat 16 Desember 2016, Wakil Bupati Dharmasraya H. Amrizal Dt. Rajo Medan bersama Wakil Ketua DPRD Sutarmanto Budi Sanjoyo dan Ampera Dt. Labuan Basa sepakat untuk meneken berita acara persetujuan Ranperda menjadi Perda. Namun sebelum acara penandatanganan, sejumlah juru bicara fraksi menyampaikan berbagai pandangan, antara lain H. Zilgani, SH dari Fraksi Gerindra Sejahtera. Ia mengharapkan agar apa yang sudah tertuang dalam tiga Perda tersebut dapat diimplementasikan dalam langkah nyata sebagai bagian dari pelayanan masyarakat.

Sementara itu, Salman dari Fraksi Demokrat Amanat Pembangunan memberi catatan, agar dalam mengimplementasikan penataan nagari betul betul mempertimbangkan faktor kesejarahan. Sebut saja soal penamaan nagari, agar didasarkan pada sejarah keberadaan wilayah tersebut, supaya nilai nilai luhur yang terkandung di dalamnya bisa menjadi penyemangat bagi masyarakat lokal. Hal senada juga dikemukakan oleh Mulya Pratama dari PDI-P, H. Herman dari Fraksi Hanura dan Kartono dari Partai Golkar.

Wabup H. Amrizal Dt. Rajo Medan menyatakan, saran dan catatan para wakil rakyat menjadi motivasi bagi jajaran eksekutif dalam mencapai kinerja. Pihaknya akan bekerja secara profesional sesuai dengan kaidah-kaidah yang termaktub dalam tiga Perda baru. Kemudian, Wabup juga minta agar jajarannya dapat segera menindaklanjuti catatan yang disampaikan para wakil rakyat. "Tolong saran dan pemikiran anggota DPRD dapat kita tindaklanjuti segera," katanya. Dalam Perda baru itu, jumlah jorong bertambah 209 buah. Sebelumnya jumlah jorong di Kabupaten Dharmasraya sebanyak 360 buah. (hms/bw/arp)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)