Sawahlunto

DPD PAN Sawahlunto Buka Pendaftaran Bacalon Kada

Warta Andalas | Selasa, 11 Juli 2017 - 12:52:47 WIB | dibaca: 271 pembaca

WARTA ANDALAS, SAWAHLUNTO - Menyusul sejumlah Partai Politik lain di kota Sawahlunto yang telah membuka pendaftaran Bakal Calon Kepala Daerah (Bacalon Kada) kota itu, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) kota Sawahlunto pun ikut menyusul.

Hal itu disampaikan Ketua DPD PAN Sawahlunto, Deri Asta, SH didampingi sekertaris Rizal Fachri Daneil dan Ketua Komite Pemenangan Pemilu Daerah (KPPD) Riswan Idris dalam jumpa pers yang digelar di sekertariatnya, Selasa (11/8) siang.

Menurut Deri Asta, sesuai dengan intruksi DPP PAN, maka DPD yang akan mengikuti Pilkada serentak harus melakukan penjaringan bakal calon, termasuk kota Sawahlunto, salahsatu dari 4 daerah yang akan melaksanakan Pilkada pada 2018 mendatang.

"Untuk menginventarisir putra putri terbaik Sawahlunto,  pendaftaran akan kita buka mulai hari Rabu tanggal 13 hingga 19 Juli mendatang, dan terbuka untuk umum tanpa ada biaya apapun atau yang kerap disebut mahar atau uang kontribusi," ungkapnya.

Dihadapan belasan insan Pers dari berbagai mass media yang bertugas di kota Sawahlunto, Deri Asta juga mengungkapkan bahwa dalam pembukaan pendaftaran tersebut tidak hanya menerima pendaftaran Bacalon Kada, tetapi juga pendaftaran pencalegan dini.

Untuk pendaftaran Bacalon Kada, lanjut Deri Asta, dimulai hari Rabu 12 hingga 19 Juli, sedangkan untuk pencalegan dini, dari 12 Juli hingga 31 Desembber mendatang.

"Selanjutnya, seluruh berkas pendaftaran akan diverifikasi dan dievaluasi kelengkapan persyaratannya serta dilakuan survey sebelum keputusan diambil oleh KPPD," imbuh pengusaha tambang batubara itu.

Sementara itu, terkait adanya  issue lambannya Deri Asta dalam menentukan pasangan, ia menyampaikan bahwa hal itu memerlukan kajian yang mendalam dari seluruh aspek.

"Berdasarkan pengalaman pada Pilkada sebelumnya, dalam menentukan pasangan tentu butuh pertimbangan yang sangat matang. Jika terburu-buru buru dan hasilnya tidak maksimal, kan percuma saja", sebut pria yang pada Pilkada sebelumnya juga ikut berkompetisi sebagai salahsatu  calon Wakil Walikota.

Dikataka Deri, jika mellihat pada Pilkada Pilkada sebelumnya, pasangan calon baru akan menenutkan dengan siapa atau melakukan deklarasi sekitar 5 hingga 6 bulan jelang pelaksanaan Pilkada.

"Sebab, hal itu memang benar-benar memerlukan kajian, pertimbangan serta pemikiran yang matang," ujarnya.

Hadir selaku Ketua PWI kota Sawahlunto, dalam kesempatan itu Subandi mengingatkan pada seluruh wartawan yang hadir untuk tetap bekerja sesuai porsi secara professional dan tidak membedakan calon dalam menulis berita.

"Mari kita sukseskan Pilkada, jangan memanas manasi situasi pada calon tertentu dan jangan memburuk-burukan salahsatu calon," pintanya. (ap)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)