Parsenibud

ASEAN Jazz Festival

Diwarnai Kolaborasi musik jazz dan Musik Tradisional Angklung

Warta Andalas | Kamis, 26 September 2013 - 21:17:45 WIB | dibaca: 1876 pembaca

ASEAN Jazz Festival Batam

WARTA-ANDALAS, BATAM- Kolaborasi music Jazz dengan alat music tradisional angklung mewarnai ASEAN Jazz Festival 2013, yang digelar di Harbour Bay, Pulau Batam, 20-21 September lalu.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) membidik wisatawan mancanegara (wisman) terutama para "cross-border visitor atau kunjungan lintas batas negara" melalui ASEAN Jazz Festival 2013 di wilayah perbatasan yakni Kota Batam pada.

ASEAN Jazz Festival 2013 menghadirkan puluhan misisi jazz Indonesia dan mancanegara yang akan membawakan berbagai genre musik jazz mulai dari swing, funk, acid, fusion, sampai ke jazz etnik dengan nuansa panggung pemandangan laut di sekitar Pelabuhan Harbour Bay.

"Ini akan menjadi bagian dari program unggulan untuk mempromosikan pariwisata sekaligus sarana meningkatkan industri ekonomi kreatif, salah satunya dengan adanya perpaduan musik jazz dengan alat tradisional angklung," kata Wamen Parekraf ini.

"Memang Festival Jazz yang tahun ini memasuki tahun keenam ini diadakan dalam rangka untuk meningkatkan kunjungan wisman bagai mana Masyarakat dan pencandu musik bisa gembira `cross-border visitor` menjelang akhir tahun ini," kata Sapta Nirwandar.

Oleh karena itu, pihaknya didukung Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Pemerintah Kota Batam menyelenggarakan acara festival yang berskala internasional selama dua hari di Harbour Bay, Pulau Batam.

Sejumlah musisi jazz telah menyatakan siap turut ambil bagian di antara Yuri Jo (diaspora Indonesia asal Australia), Jeremy Tordjman (Prancis), Aslan Burhan (Turki), Steve Thornton (Malaysia) dan Fabian Lim (Singapura).

Sementara itu, musisi asal Indonesia di antaranya Rieka Roslan, Barry Likumahuwa, Sierra Soetedjo, Sandy Winarta, Agam Hamzah, Adi Darmawan, Nita Aartsen, Glen Dauna Jazz Quintet, Naseem Nahid, serta Dwiki Dharmawan World Peace Band.

"Tahun ini festival juga mengundang grup jazz Indonesia asal Aceh yaitu Moritza Thaher Trio serta wakil dari Jawa Timur, Surabaya All Stars Big Band featuring Ita Purnamasari," katanya.

Selain itu juga akan tampil lima grup dari Kota Batam yaitu Tjepy and Friends, Malay Kadenza, Unveiled, KGC, dan Ardhya yang khusus dipersembahkan oleh Wonderful Keppri.

Secara keseluruhan festival itu dikemas dengan tiga stage yaitu Wonderful Indonesia Stage, Jazz Indonesian Stage, dan Wonderful Keppri Stage.

Dikesempatan itu, Direktur Festival Dwiki Dharmawan mengatakan festival itu akan menghadirkan musik jazz dari straight ahead sampai funk. "Kami tidak hanya fokus pada satu aliran jazz dari tujuh negara," ini dampak nya buat wisatawan  mancanegara  yang  selalu pengibur  musik  makin cangih buat  generasi muda kita,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam Yusfa Hendri mengatakan kegiatan festival serupa dalam enam tahun terakhir terbukti mampu mendongkrak kunjungan wisman di wilayahnya.

"Jumlah kunjungan wisman terus meningkat sejak 2010 yang sebanyak satu juta orang menjadi 1,1 juta pada 2012 dan tahun ini kami targetkan bisa mencapai 1,250 juta orang," katanya.

Menurut dia, selama ini sektor pariwisata menjadi salah satu penopang perekonomian wilayah itu dimana pada 2012 pihaknya mencatat devisa pariwisata yang masuk melalui Batam mencapai 480 juta dolar AS atau jika dihitung sebesar 359 dolar AS per turis per hari.

"Selama ini wisman dari Singapura dan Malaysia yang dominan menjadi segmen pasar utama kami. Selain itu juga Korea Selatan, Filipina, India, dan Jepang," pungkasnya. (Dedi)

 





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)