Sijunjung

Diterjang Banjir, Puluhan Rumah di Nagari Langki Tanjung Gadang, Hancur

Warta Andalas | Jumat, 06 Juli 2018 - 23:58:44 WIB | dibaca: 172 pembaca

WARTA ANDALAS, SIJUNJUNG - Bencana banjir kembali melanda Kabupaten Sijunjung, Propinsi Sumatera Barat. Akibat hujan deras sepanjang Kamis (5/7/2018) malam hingga Jumat (6/7/2018), puluhan rumah di tiga jorong, Nagari Langki, Kecamatan Tanjung Gadang disapu banjir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sijunjung, Hardiwan,SIP, kepada awak media, Jumat (6/7/2018) malam membenarkan peristiwa tersebut.

Akibat banjir tersebut puluhan rumah warga terendam banjir. Masyarakat mengalami kerugian di Jorong Muaro Linggo, Nagari Langki  berupa kerusakan pada bangunan rumah warga sebanyak 27 rumah. Diantaranya 15 rumah rusak berat dan 12 rumah rusak ringan.

Bahkan padi didalam karung hanyut sebanyak 3.000 Gantang begitu juga ternak kambing warga sebanyak 25 ekor juga terbawa hanyut air bah. Tak hanya itu, sejumlah alat elektronik milik warga rusak dan tiga Los Pasar jugs hanyut dan satu jembatan rusak ringan.  Selain itu, tempat ibadah, yakni  Masjid Sukur juga mengalami kerusakan ringan dan 4 karpet hanyut dan jinset milik masjid rusak.

Sedangkan di  Jorong Liambang, setidaknya ada 14 bangunan rumah warga rusak. Diantaranya 10 rumah rusak ringan dan 4 rusak berat. Tak hanya itu, tiga polongan jalan rusak berat dan satu jembatan rusak ringan serta puluhan alat elektronik warga juga rusak.

Sementara di Jorong Koto Langki, sekitar 30 hekrar tanaman padi warga siap panen juga disapu banjir dan rusak berat.  Diperkirakan, akibat bencana banjir tersebut, warga mengalami kerugian material sebesar Rp500 juta rupiah.

"Itu perkiraan kerugian sementara dialami warga,"kata Hardiwan. Disebutkannta, selain BPBD Sijunjung, Polri, dan TNI berjibaku membantu mengevakuasi barang-barang milik warga yang masih bisa terselamatkan.

"Alhamdulillah kini air sudah mulai surut. Diharapkan besok (Sabtu,7/7/2018-red) kita akan menyalurkan logistik bagi warga yang tertimpa bencana,"ungkap Hardiwan. (sr)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)