Sawahlunto

Diikuti Ribuan Peserta, Jalan Sehat BUMN Untuk Negeri di Sawahlunto Nyaris Ricuh

Warta Andalas | Sabtu, 18 Agustus 2018 - 19:47:33 WIB | dibaca: 513 pembaca

WARTA ANDALAS, SAWAHLUNTO – Setelah menggelar upacara peringatan HUT RI ke 73 di halaman Istana Pagaruyung kabupaten Tanahdatar Sumatera Barat, Jum’at (17/8) kemarin, hari ini Sabtu (18/8) Kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui program “BUMN Hadir Untuk Negeri” menggelar Jalan Sehat di kota Sawahlunto.

Dalam rangkaian kegiatan rutin Kementrian BUMN yang telah berlangsung sejak tahun 2015 silam, di tahun 2018 ini Kementrian BUMN menunjuk PT. Bukit Asam (Persero) dan PT. Bhanda Ghara Reksa (Persero) sebagai pelaksana di Sumatera Barat.

Kegiatan Jalan Sehat yang dipusatkan di halaman kantor PT. BA - UPO atau yang biasa disebut Lapangan Segitiga (Lapseg) itu tampak diikuti ribuan peserta dari berbagai kalangan masyarakat setempat.

Bahkan, dalam pantauan Warta Andalas, panitia kegiatan tampak kewalahan saat membagikan kaos serta kupon hadiah untuk para peserta, akibat membeludagnya jumlah peserta yang diluar dugaan pihak panitia. Akibatnya, kegiatan tersebut nyaris diwarnai aksi kericuhan oleh para peserta yang merasa kecewa.

Namun, kericuhan tak berlangsung lama saat Kapolres Sawahlunto, AKBP. Zamroni Wibowo, SH, S.IK yang tengah berada di lokasi itu langsung bertindak mengatasi hal tersebut, hingga suasana pun kembali normal.   

Menurut Senior Manager CSR PT. Bukit Asam, Kanthi Miarso, dalam memeriahkan peringatan HUT RI ke 73 tahun ini, Kementerian BUMN dan BUMN telah melaksanakan berbagai macam program untuk masyarakat sebagai komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan serta menumbuhkan dan memupuk rasa kebanggan berbangsa serta bertanah air Indonesia kepada seluruh masyarakat di seluruh pelosok Negeri.

Hal itu disampaikan Kanthi Miarso didampingi General Manager PT. BA - UPO Nan Budiman serta Manager PT. Bandha Ghara Reksa (BGR), Riduan Pasaribu, saat menggelar jumpa pers yang diikuti belasan wartawan dari berbagai mass media yang ada di Sawahlunto, di sela kegiatan Jalan Saehat.

Menurutnya, salah satu bagian dari Program tersebut adalah kegiatan HUT RI yang bertujuan untuk menanamkan rasa bangga sebagai bangsa yang memiliki keragaman kekayaan Nusantara serta sebagai wujud nyata peran BUMN di tengah masyarakat.

“Dalam rangkain HUT RI ke 73 di Sumatera Barat ini, Kementrian BUMN melalui BUMN melaksanakan berbagai program, diantaranya Upacara Peringatan HUT RI yang telah kami laksanakan di halaman Istana Pagaruyung kemarin dan Jalan Sehat seperti yang dilaksanakan hari ini,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut dia, kami juga akan melaksanakan sejumlah program lainnya seperti electrivikasi dan MCK bagi 50 rumah warga kurang mampu dengan nilai anggaran hingga Rp. 1 Miliar, sarana air bersih di dua titik dengan anggaran Rp. 400 juta, Bedah Rumah untuk 10 unit dengan anggaran sebesar Rp. 500 juta, Perbaikan sarana dan prasarana di dua lokasi dengan anggaran Rp.200 juta, taman bacaan sekolah di dua lokasi bernilai Rp.160 juta, serta Bea Siswa bagi siswa SD – SLTA dengan anggaran mencapai Rp. 150 juta.

Dalam kesempatan itu, Kanthi Miarso juga mengungkapkan adanya program Bantuan Pemberdayaan Masyarakat sebesar Rp.60 juta bagi 20 orang warga, Padat Karya Tunai dengan anggaran Rp.60 juta, bantuan  Sarana dan Prasarana Umum sebesra Rp. 200 juta.

“Dan sekarang kami sedang merancang bantuan irigasi di Talawi untuk mengaliri sawah, yang selama ini mereka  mengandalkan tadah hujan,” katanya.

Disinggung adanya kekecewaan peserta Jalan Sehat dari para peserta yang tak mendapatkan kupon, ia mengatakan bahwa hal tersebut sudah ada solusi dan telah dapat diatasi.

“Saya tidak menyangka sambutan dan animo masyarakat kota Sawahlunto dalam kegiatan ini sangat luar biasa, dan hal ini diluar dugaan kami. Sebelumnya, kami hanya akan menyediakan kupon sebanyak 2000 lembar dengan hadiah sebanyak 50 unit. Namun ketika kami berkoordinasi dengan pihak Pemko, ada permintaan tambahan sehingga kami memutuskan untuk menyediakan kupon sebanyak 5000 lembar dengan doorprice lebih dari  300 unit. Tipis tapi merata, karena plafon anggaran dari Kementrian tak bisa dirubah,” paparnya.

Namun demikian, lanjut dia, kami sangat bersyukur karena masyarakat kota ini mau menerima kami dari BUMN sebagai pelaksana kegiatan, yang  awalnya kami takut kekurangan peserta.

 

“Jika ada kekurangan dalam mekanisme tim pelaksana kegiatan ini, kami mohon maaf. Dan ini akan kami jadikan sebagai “Handicam” dan pembelajaran serta menjadi bahan evaluiasi bagi kami. Melalui media, kami mohon disampaikan maaf pada masyarakat,” pungkasnya. (ap)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)