Solok

Diganjar Penghargaan, OPD Kota Solok Ditantang Untuk Berinovasi

Warta Andalas | Sabtu, 05 Mei 2018 - 00:12:38 WIB | dibaca: 508 pembaca

WARTA ANDALAS, SOLOK - Organisasi Perangkat daerah Kota Solok (OPD) ditantang untuk terus berinovasi dan berinovasi agar tujuan dan arah pembangunan yang direncanakan dapat menyentuh persoalan-persoalan ditengah masyarakat. Artinya, dengan berinovasi OPD mampu melakukan kegiatan dan program yang dapat menyentuh setiap akar persoalan ditengah masyarakat dan mengenalkan hal-hal baru berupa pembaharuan-pembaharuan dalam bentuk penemuan-penemuan yang berbeda dari sebelumnya atau berbeda dari yang sudah dikenal oleh masyarakat luas maupun oleh OPD bersangkutan ataupun OPD lainnya bahkan masyarakat international.

Inovasi ini dapat dalam bentuk masukan, temuan, ide, imajinasi yang kemudian ditelorkan dalam bentuk aplikasi maupun program yang kemudian jadi andalan bagi OPD dan daerah utuk kemudian melahirkan sebuah karya dalam bentuk inovasi indah tapi bermanfaat guna bagi daerah, negara, bahkan dunia dan masyarakat. Sehingga apa yang diagendakan pada masing-masing OPD langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Nurzal Goestim, Kabag Humas Setretariat Daearah balaikota Solok dalam Pres realeasenya mengungkapkanKota Solok akan menggelar iven, kenapa disebut iven karena didalamnya terdapat lomba Inovasi oleh OPD di Kota Solok, atau pelaksanaan kegiatan Display Inovasi sebagai deklarasi dari pemerintah Kota Solok yang memproklamirkan Kota Solok sebagai lumbung inovasi di Sumatera Barat. inovasi adalah proses kreatif dalam melakukan penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada. Berbeda dengan kemampuan inovatif seorang wirausaha dimana kemampuan inovatif merupakan proses mengubah peluang menjadi suatu gagasan dan ide-ide yang dapat dijual. Untuk diketahui  Inovasi harus berorientasi pasar, dimana terdapat 5Cdidalamnya. 

Diantaranya, competitor (pesaing), competiton (persaingan), change of competition (perubahan persaingan), change driver (penentuan arah perubahan), dan customer behavior (perilaku konsumen). Jadi untuk mewujudkan Kota Solok sebagai lumbung inovasi di Sumbar diperlukan 5C ini, dan Kota Solok harus mampu memenuhinya. Seperti pesaing, persaingan, perubahan persaingan, penentuan arah perubahan dan lainnya. Perubahan bisa disebabkan oleh perubahan teknologi, perubahan ekonomi, perubahan perilaku sosial dan budayaPerubahan iklim dunia jika skalanya sudah Go international, perubahan peraturan pemerintah.

Selain itu, Inovasi harus mampu meningkatkan nilai tambah dengan prinsip keharusandan larangan dengan cara mengembangkan cara berpikir berupa membiasakan memiliki mimpi, memperkaya ide, membiasakan diri menerima perbedaan perubahan, dan menumbuhkan sikap empati.

Kegiatan Display Inovasi ini, kata Goestim, dilaksanakan (8-9/5) di Terminal Bareh Solok. Kegiatan inovasi Display dilaksanakan bekerja sama dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN-RI) dibawah Koordinasi Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kota Solok. Dihadiri Wako Solok Zul Elfian, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, LAN, Kementerian PAN-RB yang sekaligus membuka kegiatan Inovasi Display. Selain itu, Kota Solok telah me-launching 158 inovasi yang berasal dari OPD se-Kota Solok.

Secara khusus pagelaran ini dimaksudkan untuk memberitahukan kepada masyarakat bentuk-bentuk inovasi yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Solok. Hari selanjutnya penyerahan penghargaan kepada OPD/Inovator yang masuk 10 besar dalam konvesi inovasi daerah hasil penilaian juri dari Kemen PAN-RB dan LAN, dan ditutup dengan semarak budaya Kota Solok.

“Melalui pagelaran ini diharapkan Kota Solok dapat menyebarkan virus-virus inovasi ke pemda lainnya bahwa inovasi itu ternyata mudah bahkan dapat ditiru dan dimodifikasi” Ujar Goestim.

inovasi terkait pelayanan publik yang akan ditampilkan, LANGKOK (Lahir Pulang OK) oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, dimana bayi yang baru lahir langsung memperoleh akta kelahiranSMASH CARE'S (Solok Madinah Sehat Cara Revolusi untuk Sehat) oleh Dinas Kesehatan dan  integrasi program pemerintah pusat yakni PSC 119 dengan program Pemko Solok, jemput bola pelayanan kesehatan saat darurat secara langsung kepada masyarakat.

Inovasi terkait tata pemerintahan SCANDAL TALAK (Scan Dokumen Anti Hilang - Tata Laksana) oleh Bagian Organisasi. efektivitas pengelolaan surat-surat masuk dan keluar, sebelum inovasi surat-surat sering hilang, tercecer. Setelah berinovasi permasalahan teratasi. Ketika dokumen dibutuhkan  tinggal mencari di database surat-surat yang di scanSATE LOKAN (Selesai Kegiatan Langsung Laporkan Pertanggungjawaban) oleh Balitbang dimana sebelum inovasi, laporan keuangan sering terlambat karena PPTK terlambat menyelesaikan administrasi, berdampak bendahara sering telat pulang dan lembur.

Setelah adanya inovasi, bendahara rutin membuat pengumuman melalui aplikasi whatsapp pada grup balitbang, permasalahan dapat diatasi FASTREN (Fasilitator Perencana Teladan Tingkat Kota) oleh Bappeda, dimana sebelum adanya inovasi, peran fasilitator perencana kurang optimal. Dengan inovasi, fasilitator yang ditunjuk menjadi lebih proaktif dalam menjalankan tugasnya.

Inovasi terkait urusan-urusan pemerintahanKAMPUNG BERDASI (Bersih, Indah, Sehat dan Berseri) oleh Dinas Lingkungan Hidup. Aktiivitas/kegiatan dalam menjadikan Kota Solok Bersih, Indah, Sehat, dan BerseriTAPASO JARWO (Tanam Padi Solok Jajar Legowo) oleh Dinas Pertanian.

Upaya dalam meningkatkan ketersediaan varietas beras anak daro yang asli dan murni dengan berinovasi membudayakan teknologi jajar legowo di sebahagian besar lahan sawah yang ada di Kota SolokJAKA SUPER (Jadikan Pekarangan Sebagai Sumber Pangan Keluarga) oleh Dinas Pangan. merupakan upaya dalam pemanfaatan pekarangan untuk dipergunakan sebagai sumber pangan dan tambahan penghasilan keluarga.

4. SIMESRA (Sistem Informasi Ruang Pertemuan Bersama) oleh Dinas KominfoSebelum inovasi, OPD sering kesulitan dalam memperoleh ruangan untuk rapat, dengan adanya inovasi ini, OPD dapat mengadakan rapat dengan sebelumnya membooking ruangan melalui aplikasi.

KAPUS LAN, Andi Taufik, inovasi OPD di Kota Solok dibagi atas 7 kategori:

1. Inovasi Teknologi;

2. Inovasi Produk;

3. Inovasi Proses;

4. Inovasi SDM;

5. Inovasi Metode;

6. Inovasi Konseptual; dan

7. Inovasi Hubungan.

Substansi utama untuk Display dalam rangka memberitahu khalayak ramai (birokrat, masyarakat), proses pembelajaran bagi daerah lain, dengan adanyan lab Inovasi di Kota Solok, Kota Solok bisa menjadi destinasi baru bagi daerah yang ingin belajar tentang inovasi. (Zfk/Goestim/Humas)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)