Hukrim

Diduga Lakukan Pemukulan, Pimpinan DPRD Babel Dilaporkan Ke Polisi

Warta Andalas | Minggu, 28 Juli 2019 - 00:06:01 WIB | dibaca: 195 pembaca

WARTA ANDALAS, SUNGALIAT - Video yang menyebutkan nama salah seorang Pimpinan DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Deddy Yulianto melakukan pemukulan dan pengeroyokan terhadap penyewa kios dagangan di Taman Sari Sungailiat Kabupaten Bangka, viral di group medsos WhatsApp.

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh Pewarta HPI dan IMO Indonesia Babel, Dedi dilaporkan seorang pedagang kios di Taman Sari, Aen Love Ory (42) warga Sinar Baru karena melakukan pemukulan terhadap dirinya.

Ia didampingi istrinya Ria (27) telah mendatangi Mapolres Bangka, Sabtu malam  (27/7/2019). Sementara itu pihak Polres Bangka masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi korban, dan kasus ini masih dalam penyelidikan.

Menurut Ria istri korban pemukulan, suaminya telah suami dipukul oleh Dedi Deddy Yulianto bahkan Dada suaminya ditinjunya, maka ia mendampingi suami untuk melaporkan perbuatan tindakan pidana ke Mapolres Bangka.

Persoalan ini ditenggarai setelah mereka pedagang kios Taman Sari, merasa keberatan akan kenaikan tarif sepihak. Para pedagang tadi berkumpul untuk melakukan protes terhadap keputusan pihak pengelola.

Saat menyampaikan aksi protes mereka terhadap pengelola ruko, tiba-tiba Dedi datang menemui mereka sembari ‘mengamuk’, bahkan salah satu penyewa kios Aen mengaku dipukul. Kejadian tersebut bermula ketika Dedi datang Aen menyalaminya.

“Terus Dedi nih narik baju om Aen yang ngontrak kios di Taman Sari tuh. Ditonjok lah om Aen nih kek pak Dedi sama Geri terus yuk Ria kene. Pada saat kejadian juga disaksikan anak perempuan mereka,” tutur seorang warga yang berada di lokasi, seperti yang dilansir oleh media online di Bangka Belitung.

Beberapa pedagang dari kios Taman Sari Kecamatan Sungailiat, Bangka kecewa atas tarif harga sewa baru dinaikan pengelola secara sepihak. “Kami nilai harga sewa sangat berat karena naik dengan begitu cepat, dari Rp 700 ribu menjadi Rp 750 ribu. Kemudian secara tiba-tiba naik menjadi Rp 1 juta setiap bulannya,” kata narasumber HPI Babel.

Bahkan dituturkannya, tak hanya itu pihak pengelola, Dedi Yulianto juga tidak sungkan-sungkan meminta uang sebesar Rp. 50 ribu perhari jika telat membayar sewa kios. Pengelola Kios Taman Sari, Sungailiat atas nama perusahaan PT Garba. “Pengelola itu Dedi Yulianto anggota dewan, mereka langsung main keroyok,” ungkap narasumber tersebut.

Namun sayangnya, saat berita ini dipublish, Deddy Yulianto tak mengangkat teleponnya saat hubungi Pewarta HPI Babel, bahkan ketika dikonfirmasi melalui pesan WA, terlihat hanya dibaca saja tapi tidak memberi balasan untuk klarifikasi persoalan yang menimpa dirinya. (tim) 

Ini link videonya:
https://www.youtube.com/watch?v=djpn6la14H0 





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)