Sawahlunto

Diduga Kuat, Fly Ash PLTU Ancam Kesehatan Binatang di Taman Satwa Kandih

Warta Andalas | Jumat, 21 Februari 2014 - 19:16:08 WIB | dibaca: 1531 pembaca

WARTA ANDALAS, SAWAHLUNTO – Berbagai binatang koleksi yang ada di Taman Satwa Kandih kota Sawahlunto dikhawatirkan terancam mengalami inveksi tenggorokan yang bisa berujung pada kematian.

Kekhawatiran tersebut diduga karena adanya flay ash atau abu hasil pembakaran batubara mesin pembangkit listrik milik PLTU SIjantang, yang beterbangan hingga ke Taman Satwa Kandih itu.

Menurut Yasmen sang Manager Taman Satwa Kandih, adanya flay ash itu tampak jelas di waktu pagi hari. Sedangkan pada siang hari, tak begitu terlihat.

“Jika difoto pun tak begitu terlihat, tapi jika kita usapkan telapak tangan kita, akan terlihat jelas abu itu menghitam di tangan kita. Tetapi di pagi hari, akan terlihat cukup tebal,”terangnya.

Dikatakan Yasmen, kondisi tersebut jelas sangat mengkhawatirkan akan berdampak pada kesehatan binatang yang ada di kebun Binatang itu.

“Untuk binatang yang memamahbiak atau memakan rumput atau dedaunan sperti Rusa dan Gajah, hal ini akan sangat rentan terhadap inveksi di tenggorokan. Selain itu, bagi binatang lain juga dapat terancam dari air minumnya.  Bahkan, matinya gajah beberapa waktu lalu juga terindikasi terkena inveksi, yang juga diduga diakibatkan oleh hal itu,”ungkapnya.

Direktur Umum PT Wahana Wisata Sawahlunto (WWS), Jasmin Chalid selaku pengelola objek wisata tersebut didampingi Manager operasional Mardhatillah mengatakan, untuk menindaklanjuti hal itu pihaknya akan segera melakukan uji labor dengan membawa samplenya ke Padang.

“Jika dari hasil uji lab itu nantinya terbukti benar, maka kami akan menyurati pihak PLTU, serta akan meminta kompensasi dari kerugian yang diderita PT WWS. Sebab, sejumlah kandang binatang yang terbuat dari besi juga labih cepat keropos,”ujar mantan Kepala BAPPEDA kota Sawahlunto itu.

Sementara itu, Kepala Bidang Amdal Badan Lingkungan Hidup kota Sawahlunto, Iwan Kartiwan yang dihubungi wartawan melalui handphonenya mengatakan bahwa hal itu masih sebatas dugaan.

“Kami belum dapat memastikan hal itu, sebab perlu pengujian di laboratorium untuk kebenarannya. Apakah benar abu itu berasal dari PLTU, atau dilokasi Taman Satwa itu ada bekas pembuangan abu,”katanya.

Namun demikian, imbuh Iwan, untuk menindaklanjuti hal tersebut pihaknya menunggu adanya surat pemberitahuan dari PT WWS selaku pengelola Taman Satwa Kandih. (ap)

 





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)