Dharmasraya

Diduga Kinerja RSUD Dharmasraya Tak Sesuai SOP, Bocah 8 Tahun Tewas Tertimpa Tabung Oksigen

Warta Andalas | Minggu, 12 Januari 2014 - 16:12:45 WIB | dibaca: 4393 pembaca

Kasat Reskrim Polres Dharmasraya AKP Lazuardi di dampingi anggota memperlihatkan barang bukti berupa tabung gas oksigen dan tikar.

WARTA ANDALAS, DHARMASRAYA -  Ulah ketidakprofesionalan pegawai RSUD Sungai Dareh dan juga tidak sepenuh hati melayani pasiennya, angka kematian selalu meningkat di RSUD Sungai Dareh. Buktinya, seorang bocah perempua Daratul Jannah, (8) warga Jorong Durian Simpai, Kenagarian IV Koto Dibawuah, Kecamatan Sembilan Koto, Kabupaten Dharmasraya, meregang nyawa secara menganaskan di salah satu ruang inap waktu sedang tidur pulas di rumah sakit RSUD.

Bocah malang berusia 8 tahun itu mengalami luka parah dengan kondisi kepala kempes serta mata terbudur akibat tertimpa tabung gas oksigen seberat 75 Kg, sekira jam 04. Wib, Kamis (9/1) kemarin.

Peristiwa itu berawal disaat korban dan orang tuannya serta tujuh orang keluarga lainnya hendak menunggui kakeknya Makrifat (70), yang juga sedang dirawat di ruang VIP Tulip RSUD Sungai Dareh, karena menderita penyakit asma.

Pada saat malam itu, korban tertidur pulas bersama keluarganya dilantai dengan membentangkan selembar tikar yang di bawa dari rumahya. Saat itu salah satu dari dua buah tabung gas oksigen tanpa pengamanan yang berada di samping tempat tidur pasien jatuh menimpa bagian kepala korban.

Akibat hantaman benda keras yang langsung mengenai kepala korban, mengakibatkan kepala kempes dan mata sebelah kanan terbudur keluar. Dengan kondisi korban sangat parah dan dikarenakan kurangya peralatan di RSUD Sungai Dareh, korban langsung dirujuk ke RSUP M Jamil Padang untuk di berikan pertolongan.

Sementra itu, tidak berselang waktu lama, setelah dirawat di RSUP M Jamil Padang, sekira pukul 18.00 WIB, korban menghembuskan nafas terakhirnya. Dan korban langsung di bawah kerumah keluarganya untuk di semayamkan.

“Kecelakaan terhadap anak itu, merupakan kelalaian dari pihak RSUD Sungai Dareh, pasalnya tidak ada pengamanan dipasang kepada tabung yang diletakan di kamar pasien. Minimal petugas mengikat tabung tersebut,“ ujar Rian, salah seorang warga Pulau Punjung yang tampak kesal melihat kinerja petugas RSUD Sungai Dareh.

Direktur RSUD Sungai Dareh, HJ. Dr. Ernita, saat ditemui wartawan tidak menyangkal nasib naas yang dialami korban, dengan adanya kelalaian dari pihak rumah sakit.

“Saya yang mewakili dari keluarga besar RSUD Sungai Dareh, sudah menemui salah seorang pihak dari keluarga korban untuk menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya,“sebut Ernita

Sementara itu, Kapolres Dharmasraya AKBP. Bondan Witjaksono, SH. SIK. MM, di dampingi Kasat Reskrim AKP Lazuardi, dan Kasat Intelkam IPDA Nanang Irawadi, membenarkan atas terjadinya kecelakaan kerja berupa rebahnya tabung gas oksigen diruang VIP Tulip, milik RSUD Sungai Dareh, yang mengakibatkan seorang bocah perempuan meninggal dunia.

Dikatakan, tersangka masih dalam penyelidikan Polres Dharmasraya. Sementara dua orang saksi dari pihak RSUD Sungai Dareh yang dinas pada malam itu, sudah dimintai keterangan. Sedangkan saksi dari keluarga belum kita periksa, karena saat ini masih kondisi berduka.

“Apabila pihak RSUD Sungai Dareh tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) dalam melaksanakan tugas, jelas ada unsur kelalaian dari petugas RSUD Sungai Dareh. Maka mereka telah melanggar pasal 359 KUHP, yang berbunyi barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana penjara lima tahun penjara,”terangnya. (arp)

 





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)