Dharmasraya

Diduga Boncengi Peringatan Hari Jadi Dharmasraya, Seorang Caleg DPR-RI Diusir

Warta Andalas | Jumat, 17 Januari 2014 - 08:04:44 WIB | dibaca: 1498 pembaca

WARTA  ANDALAS, DHARMASRAYA - Diperkirakan Puluhan Ribu peserta jalan sehat/santai yang juga dihibur dengan Parade Band yang di  datangi dari  ibukota serta tarian KDI, Rabu kemarin membanjiri lapangan hijau Sungai Dareh.

Kegiatan tersebut dikemas dalam rangka memeriahkan hari jadi ke 10 atau Satu Dasawarsa Kabupaten Dharmasraya, yang dibuka langsung oleh Bupati Dharmasraya, H Adi Gunawan didampingi Wakil Bupati H Syafrudin R, serta Muspida dan Muspida Plus di daerah mekar itu.

Namun amat disayangkan, rangkaian peringatan hari jadi Dharmasraya tersebut ditengarai telah diboncengi sebuah kepentingan politik dari salahsatu Parpol, sehingga menimbulkan kontroversi di berbagai kalangan masyarakat setempat sehingga acara tersebut terkesan tidak meriah.

Pasalnya, acara peringatan hari jadi kabupaten Dharmasraya yang seharusnya milik seluruh warga setempat itu diduga telah dimanfaatkan oleh AS atau yang kerap dipanggil H-W, yang merupakan salahsatu Caleg DPR-RI wilayah Dapil 1 Sumbar,  dari  partai yang diketua Surya Paloh.

Ironisnya, dalam kegiatan itu beberapa sekolah diliburkan. Sementara, saat acara puncak hari jadi Dharmasraya, tidak ada sekolah yang diliburkan. Spontan hal itu menjadi sorotan sejumlah kalangan.

Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Dharmasraya, melalui Sutadi saat di wawancarai wartawan terkait acara jalan santai/sehat itu membenarkan adanya sejumlah sekolah yang diliburkan. Namun, ia mengaku tidak tahu-menahu akan adanya acara yang diboncengi Parpol tertentu.

“Memang benar adanya, tetapi kami tidak tau sebelumnya kalau acara itu akan di boncengi oleh partai politik. Makanya ada beberapa dari kalangan pelajar dan guru sekolah diikutsertakan dalam acara tersebut, demi untuk memeriahkan ulangtahun Dharmasraya yang ke 10,” katanya.

Ternyata, imbuh Sutadi, saat kami di dalam gedung audytorium ditengah acara tari KDI, tiba-tiba muncul H Wen, salah seorang caleg DPR-RI dari partai Nasdem.

“Dengan spontan saya menyuruh H Wen keluar.  Apabila saat itu H Wen tidak mau keluar dari gedung audytorium, kami akan membubarkan acara tersebut demi untuk menjaga kenetralitasannya pegawai. Pasalnya, kami bukanlah orang politik,” sebut Sutadi, di ruangannya kemarin.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Bupati Dharmasraya Adi Gunawan yang dihubungi melalui telephone genggamnya untuk dimintai komentarnya beberapa hari yang lalu, dan meski telah tersambung namun tak ada jawaban. (tim)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)