Dharmasraya

Paryanto: Akan Diusulkan Dalam Revisi RPJMD Sumbar Tahun Depan

Dharmasraya Tak Masuk Daftar Destinasi Wisata Sumbar

Warta Andalas | Minggu, 14 Mei 2017 - 06:28:30 WIB | dibaca: 279 pembaca

WARTA ANDALAS, DHARMASRAYA - Keprehatinan rakyat Dharmasraya yang daerahnya tidak dimasukkan sebagai destinasi wisata dalam RPJMD Sumatera Barat tahun 2016-2017, mendapat perhatian serius Paryanto, S.Sos, MT, Kepala Bappeda setempat.

Sosok religius nan tak banyak ulah itu berjanji akan mengusulkan agar Kabupaten Dharmasraya dimasukkan sebagai destinasi wisata Sumatera Barat, pada revisi RPJMD tahun depan.

"RPJMD Provinsi Sumatera Barat akan direvisi tahun depan, dan kita akan ajukan usulan," kata mantan calon Wabup Dharmasraya tahun 2005 ini.

Paryanto mengakui, bahwa jika Kabupaten Dharmasraya tidak masuk dalam destinasi wisata Sumatera Barat, maka alokasi dana APBD Sumatera Barat untuk mendukung pengembangan pariwisata di Kabupaten Dharmasrsya amat kecil. Lagipula, pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pariwisata juga tidak bisa memberikan perhatian yang besar, karena tidak sejalan dengan RPJMD provinsi.

Dengan begitu, ujar dia, Dharmasraya akan berjalan terseok-seok dalam membangun sektor pariwisata. Padahal sesuai petunjuk Wabup Dharmasraya H. Amrizal Dt. Rajo Medan, bahwa sektor periwisata akan dijadikan sebagai salah satu momentum pembangunan daerah.

Di banyak daerah yang sudah ditetapkan menjadi destinasi wisata, maka infrastrukturnya akan dilengkapi. Seperti Kota Sawahlunto yang sudah ditetapkan menjadi destinasi wisata tambang yang berbudaya, jalan dan jembatan dibangun dengan bantuan dana pemerintah pusat,.

“Makanya jalan di Kota Sawahlunto bagus semua. Jika Kabupaten Dharmasraya menjadi destinasi wisata, tentu di sekitar objek wisata akan dibangun infrastruktur yang memadai dengan dukungan dana pemerintah pusat,” sebutnya.

Menanggapi hal itu, Sudirman, salah seorang tokoh masyarakat Dharmasraya mengatakan sangat menyayangkan apabila kabupaten Dharmasraya tidak masuk dalam destinasi wisata Sumbar tahun 2017.

Menurutnya, alangkah kecewanya masyarakat Dharmasraya kepada pemimpin yang telah diamanahkan untuk menuju perkembangan agar negeri kita elok dan berbudi pekerti.

“Selain itu, masyarakat kita juga telah mulai mempertanyakan kegiatan rutinitas pejabat kabupaten Dharmasraya ini yang selalu berbondong bondong bepergian ke luar daerah demi untuk mendapatkan SPJ. Sementara keuangan Dharmasraya masih termasuk katagori devisit, sementara uang daerah kita selalu dibawah kedaerah lain. Otomatis putaran uang di Dharmasraya menyurut dampak dari raun-raun,” ujarnya.

Hal itu, lanjut dia, jelas terasa semenjak dua tahun belakangan ini. Ekonomi masyarakat pun terpuruk.

“Jadi harapan masyarakat kepada pemerintah Dharmasraya baik legislatif maupun excekutif, apabila berpegian ke luar kota itu tidak begitu penting, kenapa harus berbondong bondong juga keluar kota. Mari kita bangun Dharmasrya ini dengan serius. Janganlah kita perfikir di dalam lingkaran kecil yang selalu berpendapat tahun besok belum tentu kita duduk di kursi goyang ini lagi,” pintanya, mengingatkan. (arp)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)