Sijunjung

Deteksi Gangguan, Kominda Sijunjung Gelar Rapat Koordinasi

Warta Andalas | Jumat, 25 Mei 2018 - 18:57:29 WIB | dibaca: 94 pembaca

WARTA ANDALAS, SIJUNJUNG -  Dalam Rangka deteksi dini Ancaman, Gangguan, Hambatan dan Tantangan (AGHT) dibidang Ideologi Politik, Ekonomi, Sosial dan Budaya, Pertahanan dan Keamanan (Ipoleksosbud Hankam) di Kabupaten Sijunjung, Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) Kabupaten Sijunjung adakan rapat di Hotel Bukit Gadang Muaro Sijunjung, Kamis (24/ 5/ 2018).

Rapat yang dibuka oleh Bupati Sijunjung yang diwakili oleh Asisten I, Irwandi,SIP.M.Si  ini di hadiri oleh Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA) Budiman, Kepala Kantor Kesbangpol, Drs.Yunani, SE.M.Si, Kasi Intel Kejaksaan, Dimas Aditia, SH, Kasi Pidsus Kejaksaan,Willyamsond, SH, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sijunjung, Mardiwan Araisi beserta anggota, Ketua LKAAM Kabupaten Sijunjung, Epi Radisman, KBO Intelkam Polres, Ipda Alminasri, Kanit Intel Kodim, Kabid OP Dinas Satpol PP dan Damkar, Defri Martoni, Kasi Kesbang, Riko Hidayat, Kasi Binpol, Yan Hadian, SH, Kasubag TU Kesbangpol, Defrizal dan undangan lainnya.

Kepala Kantor Kesbangpol, Drs.Yunani selaku Ketua pelaksana menyampaikan bahwa rapat ini dilaksanakan untuk deteksi dini terhadap perkembangan dinamika Nasional yang sedang terjadi dan deteksi dini terhadap permasalahan yang menganggu kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Sijunjung, serta silaturahmi dan berbuka bersama antara Kominda, FKUB dan undangan lainnya.

Asisten I, Irwandi pada kesempatan itu menyampaikan tentang cara menyikapi isu teroris yang heboh baru baru ini di Kabupaten Sijunjung serta banyak nya berita hoax dan mengantisipasi isu konflik kerukunan antar umat beragama, untuk itu Ia mengajak, " agar semua lapisan dan tokoh masyarakat secara bersama sama dalam menanggulangi segala potensi konflik yang dapat berkambang di Kabupaten Sijunjung Ini", harapnya.

Sementara Binda, Budiman pada kesempatan itu juga menyampaikan perlunya Pemerintah Daerah Kabupaten Sijunjung untuk bekerjasama dan bersinergi dalam membahas keamanan yang sedang terjadi serta pemetaan daerah rawan yang mudah dimasuki kelompok  kelompok tak terduga, sementara untuk masalah konflik horizontal antara umat beragama, perlu diwaspadai provokator yang akan memecah belah nantinya.

Sementara KBO Intelkam Polres, Alminasri yang menyampaikan tentang isu terduga teroris yang vital di medsos baru baru ini, "untuk mencagah terjadinya penyerangan oleh masyarakat, Polres Sijunjung telah melakukan pengamanan kepada terduga dan telah dimintai keterangan serta pemeriksaan oleh Densus 88 terhadap barang yang dibawa, dari hasil yang diperoleh, tidak ada barang yang dicurigai dan sekarang terduga sudah dikembalikan kepada keluarga dan masih dalam pengawasan pihak keamanan" pungkasnya.

Sedangkan untuk mengurangi masalah hoax, kata Alminasri," oleh kepolisian telah dilakukan pembuatan video terhadap penolakan hoax dan telah disebar di Internet, youtube dan media sosial lainnya" ucapnya.

"Diharapkan bantuan dan kerjasama dari masyarakat untuk menyampaikan kepada pihak berwajib kalau ada yang mencurigakan di daerah masing masing", harap Alminasri.

Dari FKUB, Mardiwan Araisi yang menyampaikan tentang adanya isu kelompok pengajian atau tarekat tertentu yang bisa mengakibatkan terjadinya Radikalisme, serta antisipasi terhadap tokoh niniak mamak yang ikut pada pengajian tersebut, untuk itu kata Mardiwan," diharapkan menghidupkan kembali tigo tungku sajarangan dalam rangka antisipasi konflik ditengah masyarakat nanti", harapnya.

Senada dengan itu, Ketua LKAAM, Epi Radisman juga mengajak Pemerintah Daerah dan masyarakat untuk mengaktifkan kembali tigo tungku sajarangan ini, karena tugas niniak mamak adalah "manjaniahan yang kusuik" artinya "bisa menyelesaikan masalah apalagi yang menyangkut adat dan undang undang dan penyelesaiannya lebih baik diselesaikan secara musyawarah",ungkapnya.

Sementara Kasi Intel Kajari, Dimas Aditia, SH pada kesempatan itu juga menyampaikan tentang pentingnya menyikapi  tahun 2019 sebagai tahun politik, serta mengantisipasi penyebaran berita hoax yang dapat terjadinya pengeragahan masa nantinya. (AK/SR)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)