Agam

Dekranasda Mengangkat Potensi Budaya, Khususnya Kerajinan

Warta Andalas | Selasa, 31 Juli 2018 - 09:38:48 WIB | dibaca: 217 pembaca

WARTA ANDALAS, AGAM - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumatera Barat terus mengangkat potensi budaya khususnya kerajinan.

Senin (30/7), khususnya dibidang kerajinan sulaman dan perak , Dekranasda Sumbar melakukan pembinaan terhadap para pengrajin di Nagari Koto Gadang, Kecamatan IV Koto.

Ketua Dekranasda Sumatera Barat Ny. Nevi Irwan Prayitno mengatakan, hal itu sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) perajin sulaman dan perak yang ada di Kabupaten Agam umumnya Sumbar.

Pada pembinaan tersebut pihaknya menyampaikan cara meningkatkan daya saing para perajin, melalui peningkatan kualitas, desain, kemasan
dan sebagainya.

“Selain pembinaan kita juga menggali potensi-potensi kerajinan yang baru untuk diarahkan pada produk yang siap dipromosikan,” ujarnya.

Disebutkan, agar perajin terus tumbuh dengan baik, serta terus berupaya untuk berkreasi untuk melahirkan desain-desain dengan kombinasi terbaru yang sesuai dengan tuntutan pangsa pasar.

Menurutnya, upaya mempromosikan hasil sulaman tersebut harus dilakukan lebih maksimal lagi, terlebih dari cara pemasaran dan kemasannya.

Sebab hasil sukaman asal Agam mempunyai karakteristik yang berbeda dari daerah lainnya, di antaranya memiliki motif dengan mengandung makna dan filosofi adat.

Sebelum itu, Ibu Lili, menyebutkan, keberadaan home industri yang dikelolanya selama 19 tahun itu, merupakan potensi yang diwariskan dari turun temurun dan sudah menjadi marwah bagi masyarakat Koto Gadang untuk bisa menyulam.

“Home Industri ini kita dirikan sebagai wadah pemersatu para perajin yang ada di Koto Gadang, agar kerajinan sulaman dan perak bisa tetap eksis,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Agam, Ny. Vita Indra Catri, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah melakukan berbagai upaya peningkatan SDM para perajin yang dimulai dari penguatan kelembagaan.

Melalui Rumah Sulam di Bukittinggi, menurut Ny. Vita, juga salah satu media mempromosikan kerajinan Agam, karena Bukittinggi sebagai salah satu kota wisata yang banyak dikunjungi wisata.

“Hampir tiap hari, banyak pengunjung yang datang untuk melihat dan membeli kerajinan sulaman kami,” jelas Ny. Vita.

Tidak hanya itu, melalui aplikasi e-commerce para perajin juga bisa menjual produk-produk kerajinan yang mereka miliki, sehingga eksistensi kerajinan yang ada di Kabupaten Agam semakin dikenal.(khw)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)