Opini

Oleh: Henry Subiakto (Dosen Komunikasi FISIP UNAIR)

Deklarasi Anti Hoax

Warta Andalas | Minggu, 08 Januari 2017 - 17:18:50 WIB | dibaca: 673 pembaca

Hari ini ada Deklarasi Anti Hoax di berbagai kota. Hoax memang sudah mewabah dimana mana. Ada yang memproduksi, ada yg sengaja menyebarkan, ada yg ikut asal ngeshare, dan ada yg begitu mudah percaya. Akibatnya, bagi korban hoax hidup penuh kecemasan, berpikir tidak rasional, penuh kebencian, dan mudah berkonflik dengan siapapun yg berbeda pandangan.

Hoax itu disinformasi yang bisa berupa "berita" yg berasal dari media abal abal. Berupa "meme" hasil rekayasa. Berupa "wisdom", informasi atau pengetahuan rekaan yg sumbernya gak jelas tp dishare2 lewat WA atau sosmed lain.

Hoax itu, bisa faktanya tdk ada. Faktanya ditambahi, atau dikurangi. Foto dan text yang tdk sesuai. Judul dan berita tdk sesuai. Foto lama dikesankan baru untuk mendukung isu yg sdg aktual. Foto dari luar negeri direkayasa dan diberi text seakan di dalam negeri. Tulisan yg nara sumbernya tdk jelas dan kebenarannya tdk bisa diklarifikasi. Secara umum hoax selalu menyerang atau memusuhi pihak tertentu dengan mengatasnamakan "kebaikan" atau "kebenaran". Tapi isinya sebagian besar menjual kecemasan.

Saatnya kita lbh kritis dan selektif menerima informasi. Jangan biarkan otak kita dicemari hoax. Dan jangan pula mencemari otak orang lain dengan ikut menyebarkan hoax.

Membiarkan Hoax berlalulalang di sosmed, berarti kita membiarkan "ketidakjujuran", membiarkan "kepalsuan". Membiarkan "kerusakan" dalam berpikir. Dan membiarkan "menghalalkan" segala cara dalam berkomunikasi. Bahkan membiarkan hoax bisa mengubah kepalsuan, lama lama dianggap sebagai "kebenaran". Say No to Hoax". Saring sebelum Sharing. (**)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)