Solok

Dadakan, Kabag Humas Balaikota Solok Gelar Dialog Dengan Pers

Warta Andalas | Jumat, 02 Maret 2018 - 17:48:49 WIB | dibaca: 236 pembaca

WARTA ANDALAS, SOLOK - Khawatir muncul miss komunikasi antara awak media dengan pemerintahan daerah Kota Solok, terutama dengan Bagian Humas Sekretariat Balaikota terkait dengan kerjasama, Kepala Bagian humas Kota Solok Nurzal Goestim secara dadakan mengundang seluruh awak media yang bertugas di Kota itu, Jum’at (2/3).

Nurzal Goestim dihadapan awak media mengungkapkan beberapa hal terkait kerjasama dengan awak media, terutama terkait dengan aturan Dewan Pers. Diantaranya, status perusahaan harus Perseroan Terbatas, terdaftar di Dewan Pers atau minimal sedang proses di Dewan Pers. Kemudian untuk berlangganan, perusahaan Pers paling lambat sudah mengajukan permohonan berlangganan bulan maret, media bersangkutan eksis sesuai dengan jadwal terbitnya seperti online, tabloid, mingguan, dan harian.

Selain itu, kata Goestim, saat ini sudah diberlakukan sistem pembayaran non tunai, pembayaran dengan sisten bank bukan dalam bentuk uang yang dibayarkan langsung kepada awak media. Untuk tunai, pembayaran bisa dilakukan dibawah lima ratus ribu rupiah. Pembayaran non tunai diberlakukan untuk seluruh sistem transaksi apapun bentuknya. Saat ini tidak boleh ada transaksi apapun dalam bentuk uang langsung, artinya tidak ada pembayaran langsung atau face to face.

Terkait transaksi non tunai ini, yang dikirim langsung kerekening perusahaan maupun awak media adalah dana bersih setelah dipotong pajak. Baik pajak langganan koran maupun pajak pariwara atau kegiatan lainnya bernilai satu juta lebih. Tergantung besaran jumlah transaksi yang dilakukan antara humas dengan Pers maupun perusahaan pers.

Mardi Handerson, dari Lintas Media meminta kepada Kabag Humas dan Pemko Solok untuk menunda penerapan non Tunai disebabkan ketidaksiapan perusahaan dan awak media.

Ega Yudistira, mingguan Investigasi menekankan kepada Kabag Humas untuk tidak membedakan antara mingguan dan harian terkait tayangan pariwara, lipsus, advetorial, atau tayangan lainya yang ada transaksinya dengan humas. Begitu juga dengan tayangan dihalaman depan, harus jelas harga dan pembagiannya. (zfk)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)