50 Kota

Curah Hujan Tinggi, Jalur Sumbar - Riau Putus

Warta Andalas | Jumat, 03 Maret 2017 - 16:50:41 WIB | dibaca: 444 pembaca

WARTA ANDALAS, LIMAPULUH KOTA - Hujan lebat berkepanjangan sejak beberapa hari belakangan membuat sejumlah tempat di Kabupaten Limapuluh Kota kembali di timpa bencana. Sejumlah nagari di Kecamatan Pangkalan, Kapur IX, Suliki, Mungka, Harau dan Lareh Sago Halaban tergenang banjir, Jumat (3/3).

Banjir terparah terjadi di Kecamatan Pangkalan. Ratusan rumah penduduk, sekolah-sekolah dan rumah ibadah terendam. Bahkan kantor Polsek Pangkalan terendam hingga kedalaman 2 meter. Begitu juga Masjid Raya Pangkalan, nyaris tertutup genangan dan hanya tampak atapnya saja karena terendam air Sungai Batang Maek yang meluap.

Selain itu, belasan titik di Jalan Negara ruas Payakumbuh-Pangkalan tertimbun longsor dan kayu tumbang. Longsor terparah diantaranya terjadi di Jalan Negara kilometer 23 dan 24 ruas Koto Alam Pangkalan.

Akibat banjir dan timbunan tanah longsor serta kayu tumbang yang menutup jalan tersebut, arus lalu lintas Provinsi Sumatera Barat – Riau putus total. Pergerakan tanah longsor yang membawa material tanah dan pohon besar yang menutup jalan di ruas kilometer 23 itu, disaksikan langsung oleh Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi beserta rombongan yang berniat ke Pangkalan, Jumat (3/3) pagi.

Menyaksikan pergerakan tanah longsor yang menutup jalan tersebut, Bupati Irfendi seketika mengajak para pengguna jalan ruas Sumbar-Riau mencari jalur alternatif. Sebab, saat ini jalur Pangkalan banyak tertutup longsor serta rawan bencana terutama longsoran tebing-tebing perbukitan di sepanjang jalan ruas Payakumbuh-Pangkalan.

“Kondisi jalan Payakumbuh-Pangkalan saat ini benar-benar rawan bencana longsor, kayu tumbang dan banjir. Untuk itu kita himbau para pengguna jalan agar bisa mencari jalur alternatif,” ujar Bupati Irfendi di lokasi bencana yang saat itu tengah diguyur hujan lebat.

Bupati Irfendi yang berniat meninjau langsung bencana banjir di Pangkalan, gagal sampai di lokasi karena sedikitnya dua titik di kilometer 23 dan 24 keburu ditimbun tanah longsor dan kayu tumbang yang menutup jalan. Namun, Wakil Bupati Ferizal Ridwan yang lebih duluan berangkat ke Pangkalan, karena jalan di ruas.

Selain menghadang Bupati Irfendi, longsor juga menghambat perjalanan dua unit mobil dapur umum beserta petugas dari BPBD, Dinas Sosial serta Tagana di ruas kilometer 24.

“Mobil dapur umum juga tersekat diantara dua longsor. Padahal, mobil dapur umum itu diharapkan segara sampai di lokasi banjir besar di Pangkalan,” ujar Eva salah seorang Tagana kepada wartawan.

Dilokasi bencana yang tengah diguyur hujan lebat itu, Bupati Irfendi langsung menggelar rapat dan mengintruksikan seluruh Dinas terkait seperti BPBD, Dinas Sosial, Dinas PU dan lainnya bergerak cepat. Selain meminta segera mendirikan posko, melakukan evakuasi, mendata dan menangani para korban, Irfendi juga memerintahkan segera mendatangkan alat berat.

“Dinas PU tolong segera kirim alat berat tambahan, agar tanah longsor dan pohon-pohon yang menutup jalan bisa segera di singkirkan. Tak kalah pentingnya, segera lakukan komunikasi dan koordinasi dengan PLN Koto Panjang untuk membuka saluran pembuangan air,” ujar Irfendi.

Disamping meninjau di wilayah Pangkalan, Bupati Irfendi juga mendatangi langsung sejumlah nagari lainnya yang tertimpa bencana banjir dan longsor. Bahkan Bupati Irfendi sempat turun tangan membantu petugas menggergaji pohon tumbang yang melintang jalan di Koto Alam dengan mesin sinso.

“Banjir ini diakibatkan meluapnya sejumlah sungai yang diantaranya Sungai Batang Maek, Batang Sinamar dan Batang Sianipan,” ujar Irfendi menjawab wartawan.

Data diperoleh, selain Nagari Pangkalan, hujan lebat berkepanjangan kali ini juga membuat banjir di Nagari Gunuang Malintang, Kecamatan Pangkalan, Kecamatan Kapur IX, Nagari Limbanang Baruah Kecamatan Suliki, Nagari Mungka Kecamatan Mungka, Nagari Subarang Aia Kecamatan Lareh Sago Halaban, Nagari Batu Balang dan Buluah Kasok seta Kandang Lamo Kecamatan Harau.

Belum ada data pasti, namun akibat bencana alam itu, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. (zal)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)