Batusangkar

Cekcok dengan Istri, Pria Ini Nekad Lakukan Aksi Bunuh Diri

Warta Andalas | Selasa, 17 September 2019 - 05:23:01 WIB | dibaca: 113 pembaca

WARTA ANDALAS, TANAHDATAR - Yul hendri (38) warga Simabur kecamatan Pariangan kabupaten Tanahdatar, Sumatera Barat, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara menusukkan sebilah pisau dapur ke dada kirinya, hingga menemui ajal.

Menurut Kapolsek Pariangan, Iptu PTU Jenedi didampingi Kasat Reskrim Polres Tanah Datar AKP. Purwanto,SH, MH, peristiwa tersebut dipicu dari pertengkaran yang terjadi antara korban denga  istrinya, Murni (35) Senin (16/9) sekitar pukul pukul 13.30 Wib, siang kemarin.

“Sebelum pertengkaran itu terjadi, Murni (Istri korban.red) sedang makan siang. Sedangkan korban dalam keadaan tertidur,” ungkapnya, seperti dilansir di mediapolisi.com.

Setelah selesai makan, lanjut Kapolsek, korban terbangun. Dan saat itulah terjadi pertengkaran kecil antara Murni dengan korban, dimana sang korban sempat berteriak keras kepada Murni.

“Ndak sanang kau den pakai piti kau tuk baburu” (tidak senang kamu, uangmu saya pakai untuk berburu babi),” kata korban. Kemudian dijawab saksi, “Lai sanang den nyo,”(ada saya senang kok),” jawab Murni.

Sesaat kemudian, korban menarik istrinya ke kamar tidur. Tetapi saksi menolak dan berusaha lari keluar rumah. Diluar dugaan, saat saksi sampai di pintu, saksi melihat ke korban yang berkata kata “ko nan kalamak dek kau’ (ini yang enak sama kamu) sambil menusukkan sebilah pisau ke arah dada sebelah kirinya sebanyak dua kali. Korban langsung roboh bersimbah darah.

Melihat kejadian itu, saksi lari keluar rumah sambil berteriak dan meminta tolong kepada Saksi Linda (41), tetangga korban. Linda yang melihat korban telah tergeletak bersimbah darah, kemudian memberitahukan kejadian itu kepada saksi Rasman Dt Mudo.

Kasus bunuh diri ini kini dalam penyelidikan Sat Reskrim Polres Tanah datar.

Untuk sementara waktu, Penyidik di Polres Tanah Datar menyimpulkan bahwa kejadian ini adalah murni bunuh diri yang dikuatkan oleh saksi saksi dan barang bukti yg ada.

Dan kemudian juga pihak keluarga telah ikhlas menerima kematian korban dan tidak mau di lakukan Otopsi (Bedah mayat ) dengan dibuatnya surat pernyataan dari pihak keluarga korban. (awe/bd)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)