Opini

Oleh: Judith

Catatan Sahabat Alm. Aipda Erwin Yudha Wildani

Warta Andalas | Selasa, 27 Agustus 2019 - 09:45:00 WIB | dibaca: 113 pembaca

Butuh waktu bagi saya untuk menuliskan kunjungan kami menengok Ipda Erwin yang saat ini terbaring di RSPP ..

Awal melihatnya terbaring dibalik kaca ..

Airmata langsung tertumpah..

Korban luka bakar 80 % ..

Kondisi sekujur tubuh penuh perban ...

Ingatan langsung melayang ke para sahabat saudara yang bekerja menjadi abdi negara di Polri ..

25 tahun lebih mengenal Polri dengan baik ..

Tak sedikit sahabat saudara yang menjadi korban luka tertembak bahkan gugur saat menjalankan tugas mengamankan Negara dari Kelompok Teroris / Radikalisme / Narkoba atau kejahatan lain.

Sering mendengar aneka cerita memprihatinkan dari keluarga korban yang suami / anaknya wafat saat bertugas . Dan hingga kini belum ada satupun Badan / Lembaga Negara yang memperhatikan keluarga Korban dari aparat Negara .

Dan yang mengganggu hati saya..

Sejak awal kejadian musibah yang menimpa Ipda Erwin dan 3 anggota Polres Cianjur , saya belum menemukan berita Simpati kepada para korban dari Komnas HAM atau pihak2 yang selama ini lantang memberikan kritisi keras ke Polisi yang diduga melakukan pelanggaran HAM..

Ipda Erwin walau Polisi juga bagian dari Masyarakat..

Tak layakkah ia mendapatkan simpati atau  KOMNAS Ham hanya difokuskan bagi Masyarakat yang jadi korban ? Jika demikian mohon maafkan atas ketidak tahuan saya..

TAK ADA.. TAK SATUPUN Polisi berharap akan tertimpa musibah atau bahkan tiada yg ingin terkena sanksi saat menjalankan tugas..

Tetapi acap kali sikap para para pendemo diluar batas nalar ..

Situasi di lapanganpun tak bisa diprediksi sebelumnya ..

Bom Molotov , Batu , Bensin, Senjata Api dan Senjata Tajam  itu nampaknya sudah jadi bagian yang normal saat akan berdemo.

Sementara Polisi harus bersikap agar situasi tetap kondusif.

Teringat demo 21 - 22 Mei saat Kapolres - Wakapolres Jakarta Pusat memohon agar suasana kondusif tak didengarkan hingga berakhir rusuh dan ricuh..

Entah apa yang ada dibenak Korlap Demo saat berakhir jadi bencana ..

Saya sangat setuju dengan Mba Susy Rizky bahwa Korlap Demo wajib dihukum paling berat karena tak mampu bertanggung jawab atas aksi demo.

Tak ada arti permintaan maaf ketika akhirnya sudah menjadi tragedi yang tak terhindarkan..

Aparat TNI / POLRI memiliki prosedur ketat dalam lakukan pengamanan Demo..

Tak ada satupun yang ingin menyakiti rakyat.

Tak ada satupun yang ingin melukai hati masyarakat..

TNI / POLRI Hadir bersama dan untuk masyarakat ..

Semoga tak ada lagi Korban dr Polri ataupun Masyarakat saat berdemo.

Tak ada korban luka , korban jiwa ataupun korban dalam bentuk apapun.

Saya percaya profesionalitas TNI maupun Polri dalam pengamanan dan membuat NKRI Kondusif.

Cepat Sembuh Ipda Erwin..

Doa kami bersamamu dan kawan2 lain yang saat ini dirawat di Bandung. (**)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)