Purbalingga

Bupati: Potensi dan Peluang Peternakan di Purbalingga Harus Dimaksimalkan

Warta Andalas | Selasa, 23 Juli 2019 - 13:40:22 WIB | dibaca: 1090 pembaca

WARTA ANDALAS, PURBALINGGA - Potensi dan peluang peternakan di Kabupaten masih harus lebih dimaksimalkan lagi. Hal tersebut disampaikan Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) saat memberikan sambutan dan membuka acara gelar potensi hewan ternak yang di dalamnya ada kontes hewan ternak, Selasa (23/7/2019) di pasar hewan Purbalingga.

Tiwi mengatakan, saat ini Purbalingga baru menampung sekitar 53 ribu hewan ternak dari seharusnya 222 ribu unit hewan ternak atau baru berada di kisaran 25%-30%. Menurutnya, itu bisa menjadi peluang bagi warga masyarakat Purbalingga karena kebutuhan akan protein hewani dari hewan ternak selisih antara kebutuhan dan persediannya masih sangat besar.

“Peluang dan potensinya masih sangat besar. Karena baru ada 25%-30% unit hewan ternak yang ada di Purbalingga,” kata Tiwi.

Dalam kesempatan tersebut Tiwi mengajak kepada warga masyarakat Purbalingga untuk menjadi peternak karena melihat potensi ternak yang begitu besar. Purbalingga juga telah diakui sebagai daerah Sumber Daya Genetik untuk kambing Kejobong sehingga gaung peternakan di Purbalingga sudah diakui diluar dan hal itu bisa terus untuk dikembangkan.

“Saya mengajak warga Purbalingga untuk beternak karena potensinya yang begitu besar. Kita juga sering juara kontes kambing etawa di tingkat nasional serta kita juga sudah diakui punya Sumber Daya Genetik kambing Kejobong sehingga yang seperti ini perlu untuk terus dikembangkan,” ujarnya.

Hal tersebut juga diamini oleh kepala Dinas Pertanian, Mukodam saat memberikan laporan singkat tentang gelaran potensi ternak tersebut. Mukodam menuturkan, Purbalingga yang 56% lahannya adalah lahan pertanian membuat hal tersebut juga berimbas pada sector peternakan. Limbah hasil pertanian bisa digunakan untuk pakan ternak yang selama ini stok pakan ternak di Purbalingga didatangkan dari luar daerah.

“Purbalingga adalah daerah agraris sehingga hal itu juga bisa berdampak positif pada peternakan. Limbah hasil pertanian bisa digunakan untuk pakan ternak yang selama ini didatangkan dari luar daerah,” tutur Mukodam.

Kontes tersebut melombakan enam kategori yaitu sapi peranakan ongole jantan, sapi peranakan ongole betina, sapi Simmental, sapi limousine, pedet pejantan hasil inseminasi buatan dan pedet betina hasil inseminasi buatan. Hingga berita ini diturunkan, penilaian masih dilakukan dan belum dilakukan pengumuman pemenangnya. (KP-4).





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)