Tokoh

Bojonegoro Is Not Hero, But Super Hero!!!

Bupati Bojonegoro Jadi Pembicara di Konfrensi Asia Selatan

Warta Andalas | Rabu, 28 Agustus 2013 - 08:39:06 WIB | dibaca: 1555 pembaca

WARTA ANDALAS, BOJONEGORO - Selama dua hari, Kamis dan Jumat, 22-23 Agustus 2013, Bupati Bojonegoro berada di Philipina Selatan, tepatnya di Davao, beliau diundang untuk menjadi pembicara dalam konferensi Asia Selatan tentang inisiatif, transparansi dan industry ekstraktif. Konferensi yang dihadiri oleh berbagai negara, antara lain, Malaysia,Vietnam, Myanmar, Kamboja, dan tentunya tuan rumah Fhilipina, juga dihadiri oleh wakil duta Inggris di Fhilipina.

Pada kesempatan itu, Kang Yoto, menyampaikan tentang pengalaman pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam industri ekstraktif, yang menginsipirasi seluruh audiens, hingga Kang Yoto pun didaulat peserta konferensi untuk menyampaikan pesan penutup konferensi.Dipilihnya Kang Yoto sebagai pembicara adalah tak lain karena Bojonegoro dianggap sebagai pionir, pemerintah lokal yang mengimplementasikan standart transparansi, Bupati juga menjelaskan seluruh tahapan, tantangan dan apa saja yang telah sedang dan akan dikembangkan dalam menjamin sukses industri migas di Bojonegoro untuk pembangunan berkelanjutan.

Para peserta hadir dengan penuh kesadaran bahwa semua negara tidak mungkin menghindari industri ekstraktif, pertambangan seperti besi, timah, emas, perak dan migas. Masalahnya adalah bagaimana mengelola industri tersebut, sehingga terhindarkan dari kerusakan alam, dan mengelola pendapatannya untuk pembangunan berkelanjutan. Menjadikan berkah sebagai anugerah bukan bencana.Disampaikan kang Yoto, bahwa misi tersebut tidak mungkin tercapai, bila diserahkan kepada politisi, pengusaha dan LSM saja, Karena itulah diperlukan standar prosedur tranparansi untuk menjamin biaya yang dikeluarkan efisien, kepastian pendapatan bagi negara, dan pengunaan yang tepat atas pendapatan tersebut. Termasuk berbagai program tanggungjawab sosial yang harus dilakukan terhadap masyarakat terdampak sepanjang kegiatan proyek tersebut dilaksanakan. Dan secara internasional terdapat forum yang menginisiasi standar keterbukaan, gerakan ini dikenal dengan EITI, extractive Industry Transparency. Initiative.

Bagi Bojonegoro sendiri, forum ini menjadi semacam uji materiil atas apa yang telah sedang dan akan kita laksanakan di Bojonegoro. Bila biasanya draf RPJP dan RPJM harus diuji dalam dialog publik, dialog ahli dan forum politik. Maka sekarang diuji pula dalam perpektif internasional.

Regulasi yang telah ditetapkan dan dilaksanakan Bojonegoro merupakan pilot project yang akan diadaptasi oleh banyak negara lain, seperta perda conten local, maupun penguatan kapasitas penduduk melalui proporsional AAD, serta perda tentang investasi yang akan menjamin keberlanjutan pertumbuhan ekonomi dari kegiatan ekplorasi dan eksploitasi Bojonegoro.Wakil Bojonegoro, Kang Yoto mendapatkan apresiasi yang luar biasa pada konferensi tersebut, bahkan para peserta berpendapat bahwa Bojonegoro is not a hero but super hero! Prestasi yang membanggakan bagi seluruh warga Bojonegoro. (Humas Bojonegoro)

 





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)