Lintas Provinsi

Bupati Belu: Kita Harus Bangun Pertumbuhan Ekonomi

Warta Andalas | Kamis, 06 Juli 2017 - 14:26:53 WIB | dibaca: 190 pembaca

WARTA ANDALAS, ATAMBUA - Bupati Belu, Willybrodus Lay memimpin Apel Awal Bulan Juli yang berlangsung di halaman kantor Bupati Belu, Senin (3/6). Apel awal bulan tersebut dihadiri Wakil Bupati Belu, Sekda Belu, para Asisten, Kepala Dinas, Kepala Badan, Kepala Kantor, Kabag dan Staf Lingkup Pemerintah Kabupaten Belu.

Dalam sambutannya, Bupati Belu menegaskan sejumlah persoalan yang harus dikerjakan oleh setiap pimpinan dinas, badan, kantor dan kabag untuk terus menciptakan dan membangun pertumbuhan ekonomi baru di tengah-tengah kehidupan masyarakat Kabupaten Belu.

“Motaain sebagai salah lokasi transit ke Negara Timor Leste selalu di kunjungi setiap hari, bahkan pada hari libur kunjungan semakin bertambah. Begitu banyak orang datang ke tempat itu, sekedar hanya untuk menikmati keindahan alam dan foto-foto. Kehadiran pengunjung tersebut harus dilihat sebagai peluang. Mari kita kelola peluang tersebut, agar para pengunjung bisa meninggalkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Bupati Belu.

Menyinggung Wisata Alam Air terjun Sihata Mauhalek, Bupati Belu mengingatkan kepada instansi teknis agar terus membenahi lokasi wisata tersebut demi kenyamanan bagi para pengunjung. “Setiap hari sekitar 10 mobil berada di lokasi tersebut, dan ini menjadi peluang kita untuk menumbuhkan perekonomian di sana, sehingga para pengunjung tidak hanya sekedar datang untuk berfoto-foto dan bayar karcis, tetapi masyarakat setempat harus turut menikmati dan mendapatkan potensi peluang ekonomi yang kita bangun disana,” ujar Bupati Willy.

Menyebut sektor riil pertanian di areal lahan basah (persawahan), Bupati Belu mengemukakan bahwa, pengamatannya terkait produktivitas padi sawah, dirasakan masih sangat rendah. Hal itu dipicu oleh pengelolaan lahan yang tidak disertai pupuk organik.

“Saya melihat di tempat lain, produksi padi sawah mencapai 8 – 11 ton per hektar. Sementara di Belu hanya berkisar 3 ton per hektar are. Rendahnya pencapaian itu, akibat pengelolaan yang belum optimal. Melihat kondisi tersebut, tentunya akan menjadi peluang ekonomi bagi kita, agar bagaimana kita dapat menyiapkan pupuk organik untuk kebutuhan tanaman para petani,” sebut Bupati Belu.

Menyikapi indikator perwujudan Atambua sebagai kota festival, Bupati Willy menegaskan kepada setiap pimpinan organisasi perangkat daerah, agar segera membuat dan memasukan rencana kegiatan (iven) setiap minggu untuk menarik para wisatawan.

“Ketika banyak orang datang ke Belu, semua sektor akan bergerak. Penginapan menjadi full, industri makanan akan bertumbuh dan petani juga akan merasakan langsung aktifitas ekonomi dari kegiatan kunjungan tersebut. Ini komitmen yang sudah kita lakukan sebelumnya, kita harus kreatif untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat. Kita tidak boleh ego, kita harus konsekuen bangun Belu,” tandasnya.

Bupati Belu juga mengutarakan pengamatannya bahwa, setelah mengelilingi Kota Atambua selama liburan, ditemui sampah-sampah yang berserakan dan tidak terangkut. Kondisi tersebut menjadikan Kota Atambua semakin tidak bersih.

“Mari kita bersinergi untuk menjaga dan menciptakan kebersihan di kota ini,” sebutnya. Ia menambahkan, kreatifitas graffiti (coretan) yang tergambar di sejumlah tembok yang di temui pada beberapa ruas jalan di Kota Atambua, harus ditangkap dan disalurkan.

Diakhir sambutannya, Bupati Belu mengingatkan agar instansi teknis segera mempersiapkan lahan petani untuk menyongsong musim tanam kedua. Masih menurutnya, jika persiapannya baik, hasil yang akan diperoleh akan semakin baik, dan masyarakatpun akan menikmati secara baik. (pkpsetdabelu)

Reporter : Roberts BS
Foto : Reynaldo Klau

 





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)