Agam

Bupati Agam Resmikan Kube Wyrhamd Jaya Kayu Pasak

Warta Andalas | Rabu, 12 Maret 2014 - 12:06:43 WIB | dibaca: 10936 pembaca

WARTA ANDALAS, AGAM - Bupati Agam Indra Catri, meresmikan Kelompok Usaha Bersama (kube) Wyrhamd Jaya milik masyarakat Jorong Kayu Pasak Nagari Salareh Aia Kecamatan Palembayan, Selasa (11/3). Setelah peresmian, bupati melounching pupuk kompos produk dari Kube itu.

Ketua Kube Wiliam Citra mengatakan, dibentuknya Kube dengan usaha pupuk kompos ini terinspirasi dari Kecamatan Palembayan sebagai kawasan sapi potong, sehingga daerah itu banyak menghasilkan kotoran ternak. "Dengan kotoran ternak tersebut, kami mengelola menjadi pupuk kompos yang diolah secara permentasi," kata Wiliam Citra.

Jumlah pupuk kompos yang dihasilkan mencapai 18 ton, dengan harga Rp30.000 per karung dalam kemasan 25 kg. Menurutnya, pupuk kompos yang mereka buat selain menguntungkan bagi petani sekitar, juga sudah di pakai oleh luar daerah, seperti Kabupaten Pasaman Barat untuk perkebunan sawit. Sementara itu, kotoran ternak sudah menipis yang menyebabkan berkurangnya produksi.

Sehubungan dengan terbentuknya kelompok usaha kopos tersebut, Wali Nagari Salareh Aia Iron Maria Edi mengatakan, saat ini Salareh Aia sudah membuat Puskeswan (Puskesmas hewan) demi berjalannya sistim agribisnis masyarakat. "Kita perangkat nagari tengah berupaya semaksimal mungkin untuk mendukung kelompok ini, "ujarnya.

Sementara itu, Bupati Agam Indra Catri mengapresiasi tinggi terhadap kreasi dan inovatif cerdas yang di lakukan masyarakat Salareh Aia dalam menciptakan pupuk kompos organik.

"Ini merupakan salah satu program kemandirian yang kita miliki dalam menciptakan pupuk organik untuk meningkatkan kualitas hasil tani masyarakat," kata bupati.

Bupati mengakui, Nagari Salareh Aia merupakan nagari yang terbaik di Agam, karena selain masyarakatnya kreatif juga ramah lingkungan, menerapkan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menanam tumbuhan hijau diperkarangan rumah, termasuk dalam menciptakan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH).

Disamping mandiri pupuk organik, bupati mengharapkan agar petani juga bisa meningkatkan industri kreatif, seperti membudayakan kembali tradisi menyulam. Terkait dengan permasalahan dilapangan, bupati meminta masyarakat agar selalu berkoordinasi kepada SKPD terkait demi kelangsungan kelompok usaha ini.

Bupati juga meminta kepada masyarakat agar selalu menjaga dan memeliharanya dengan sebaiknya, karena masyarakat sangat berpengaruh terhadap berkembangnya usaha ini.
(jon)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)