Sawahlunto

Buka Festival Ramadhan 3, Wako: Kita Ingin Sawahlunto Jadi Kota Tahfiz

Warta Andalas | Kamis, 30 Mei 2019 - 14:40:20 WIB | dibaca: 248 pembaca

WARTA ANDALAS, SAWAHLUNTO – Walikota sawahlunto, Deri Asta, SH membuka festival Ramadhan 3 yang dilaksanakan oleh paguyuban Ki Sapujagad di Masjid Raya Nurul Iman, Kamis (30/5).

Dalam sambutannya, Deri Asta berharap agar kegiatan ini dapat terus berlanjut setiap tahun untuk meramaikan Masjid, serta untuk mengisi kegiatan yang bernuansa islami.

“Ini merupakan kegiatan yang sangat posittf, dan saya berharap ini akan dapat menjadi agenda rutin tahunan setiap bulan Ramadhan. Dan dari kegiatan ini saya berharap akan lahir para tahfiz dari kota Sawahlunto,” sebutnya.

Selain itu, Wako juga mengatakan bahwa ia ingin agar kota Sawahlunto menjadi pusat tahfiz atau kotanya para penghafal Al Qur’an.

“Untuk menunjang hal itu, Pemko juga telah memprogramkan rumah-rumah tahfiz di empat kecamatan yang ada di kota ini,” ungkapnya.

Hal tersebut, lanjut Deri, juga akan mendukung saat akan memasuki perguruan tinggi, karena di beberapa perguruan tinggi sekarang telah memprioritaskan siswa yang mampu menghafal Al Qur’an.

“Anak yang mampu menghafal Al Qur’an adalah anak yang cerdas. Untuk itu, sejumlah perguruan tinggi akan memberikan prioritas seperti masuk tanpa test serta uang kuliah gratis,” ujarnya.

Sementara itu, penanggungjawab Festival Ramadhan yang juga merupakan pimpinan Paguyuban Ki Sapujagad, Iwan Dharmawan menyebutkan bahwa dalam kegiatan Festival tahun ini diikuti lebih dari 50 peserta.

“Semula kegiatan ini akan dilaksanakan selama 4 hari, namun mengingat adanya sejumlah factor maka kita hanya melaksanakan selama 2 hari, yaitu mulai hari ini hingga besok,” terangnya.

Adapun jumlah peserta, imbuh pria yang kerpa disapa Akik itu, memang untuk tahun ini sengaja kita batasi mengingat pendeknya waktu pelaksanaan. Namun Insya Allah tahun depan akan dapat berjalan seperti pada tahun-tahun sebelumnya.

Tampak hadir dalam kesempatan itu, Wawako Zohirin Sayuti, Kepala Dinas Kebudayaan dan Peninggalan Benda Bersejarah Hendri Thalib, Kabag Kesra, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat. (ap)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)